Lumajang – Pembangunan di sektor wisata yang dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lumajang, dinilai belum maksimal, sehingga mendapat sorotan dari sejumlah kalangan.

Salah satunya dari Asosiasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lumajang. Pokdarwis menilai selama kepariwisataan di Kabupaten Lumajang masih belum diperhatikan secara maksimal.

“Kami ingin sekali kepariwisataan di Lumajang agar mendapat perhatian serius dari pemerintah, sehingga semua lokasi wisata yang ada semakin wah,” kata pengurus Asosiasi Pokdarwis Lumajang, Ristika Maliyana.

Ketidak-puasan pada pemangku kebijakan di sektor pariwisata, kata Ristika Maliyana ini sudah disampaikan pada Wakil Bupati Lumajang dr. Buntaran Supriyanto, M.Kes melalui audensi. Dia berharap ada respon positif dan langkah taktis pasca audensi.

“Kami bersama pengurus Pokdarwis sudah menyampaikan unek-unek dan keluhan yang selama ini kami rasakan. Jika didiamkan begini terus, kapan wisata Lumajang akan berkembang. Alhamdulilah, respon pemerintah sanagat positif,” ujarnya.

Seperti diketahui, Pokdarwis sudah terbentuk di 21 kecamatan dan sudah mengelolah objek wisata yang ada di daerahnya dengan cara mandiri. Dengan keterbatasan anggaran tentunya tidak maksimal. Sehingga mereka meminta pada pemerintah untuk ikut mendukung dalam finansial sehingga nantinya potensi yang ada bisa sangat maksimal.

“Ibaratnya kita dilahirkan dari Si A (pemerintah, red) jadi Si A yang harus ngopeni (memperhatikan, red),” sambungnya.

Lia-sapaan akrab Ristika Maliyana juga berharap agar pemerintah dalam hal ini Disbudpar, bisa adil dalam penggarapan wisata di semua kecamatan yang tidak hanya fokus di satu wilayah kecamatan saja. Penggarapan harus merata sehingga wisata yang ada di daerah lain juga bisa dikenal dan berkembang.

“Alhamdulillah, Pak Wabup berjanji akan adil ke semua Pokdarwis. Bahkan berjanji akan menyiapkan anggaran bagi Pokdarwis untuk penggarapan wisata di Lumajang,” pungkasnya. (cho)