Share

BONDOWOSO – Ratusan pegawai Dinas PUPR Bondowoso mengikuti donor masal di Aula PUPR, Kamis (3/5). Mereka yang terdiri atas pegawai honorer maupun ASN, tampak satu per satu bergantian medonorkan darah mereka. Tak terkecuali Plt. Sekertaris Daerah Bondowoso, Karna Suswandi yang juga hadir memantau langsung pelaksaan donor masal tersebut.

Kepada Memo Indonesia, Karna Suswandi, Plt. Sekertaris Daerah, mengatakan donor masal ini dilakukan untuk berpartisipasi kepada PMI. Karena, menjelang Ramadan kebutuhan akan darah biasanya sangat banyak. Oleh karena itulah, PUPR berpartisipasi di dalam rangka menyiapkan stok darah di kota Tape ini.

Menurut Karna, orang yang mendonorkan darahnya itu sebenarnya juga turut menyelamatkan nyawa seseorang. Tentu hal ini sebuah amal ibadah yang mungkin nilainya, lebih besar daripada mengamalkan sesuatu yang lain.

“Karena ini menyelamatkan jiwa seseorang. Saya ingin staff saya yang bisa mendonorkan darahnya untuk mendornokan¬†darahnya di dalam rangka menyelamatkan saudar-saudara kita yang lain yang membutuhkan darah,”ujarnya.

Baca Juga : Dinas PUPR Bondowoso Maksimalkan Uji Kualitas Aspal

Sementara itu, Miftahul Huda, Ketua PMI Bondowoso, mengatakan, apresiasinya atas partisipasi staff PUPR dalam donor masal, yang memang sengaja dilaksanakan untuk persiapan kebutuhan darah di bulan Ramadan.

Ia berharap kedepan donor masal di PUPR bisa dilakukan secara rutin, yakni dua bulan sekali. Apalagi sudah banyak pegawai PUPR yang ternyata selama ini aktif mendonorkan darah mereka.

“Makanya kita minta tadi untuk dilakukan secara rutin setiap dua bulan sekali melakukan secara rutin,” pungkasnya.

Adapun stok darah di Bondowoso, kata Miftah, dipastikan cukup hingga lebaran nanti. Bahkan setiap golongan hingga saat ini diperkirakan jumlahnya ada 180an kantong. Jika merunut pada kondisi tahun-tahun sebelumnya, PMI Bondowoso tidak pernah kekurangan stok darah.

” Kalau kabupaten tetangga itu nggak ada, sering menghubungi kita. Karena sekarang system pendistribusian darah itu menggunakan system silang. Kalau kabupaten tetangga habis, itu bisa kita yang mensupplay,” ujarnya.

Menurut Mifathul Huda, kualitas darah di UTD (unit Tranfusi Darah) di Bondowoso dipastikan bagus. Karena, sejak awal pendonor telah diperiksa untuk memastikan kesehatannya. Selanjutanya, untuk menjaga kualitas darah itu, pihaknya sendiri sudah memiliki alat yang secara kuantitaif dan kualitatif jauh beda dengan UTD lain.

“Karena semangatnya hari ini adalah darah di Indonesia dimanapun diambil itu kualitasnya sama, makanya ada sertifikasi UTD PMI untuk mengetahui kualitas dan kualifikasi darah yang dieluarkan. Alhamdulillah Bondowoso termasuk UTD yang dipercaya oleh UTD Pusat sebagai UTD yang aman dan kualitasnya sama dengan UTD yang ada di daerah lain,” terangnya. (och)