BONDOWOSO – Dewan Riset Daerah (DRD) akan mengirim naskah rekomendasi terkait relokasi PKL dalam rencana revitalisasi Alun-alun Ki Bagus Asra pada awal tahun 2020.

Hal ini menyusul Pemerintah Kabupaten Bondowoso yang telah melakukan uji publik revitalisasi Alun-alun RBA Ki Ronggo. Dimana dalam uji publik, pada Senin (16/12/2019) lalu, Pedagang Kakil Lima (PKL) di sisi timur alun-alun disebut akan ditiadakan.

Ketua DRD Bondowoso, Imam Tahir mengatakan, pihaknya sedang mengkaji dan di awal tahun 2020 hasil kajian dalam bentuk buku yang merupakan akan Segera disampaikan ke bupati.

“Buku itu bagaimana penataan itu (alun-alun). Adapun bupati mau memakai atau tidak, setidknya kami tidak merugikan usaha kuliner tersebut untuk mendapatkan pencaharian,” katanya pada awak media, Senin (23/12/2019).

Ia mengakui bahwa beberapa hari kemarin, dari kelompok paguyuban PKL alun-alun, datang kepadanya dan merasa enggan untuk pindah ke Sekar Putih atau Jembatan Ki Ronggo.

“Saya pun berpikir, asal dirapikan dengan dijaga kebersihannya. Andai kata kalau belum punya tempat representatif untuk dipindahkan, saya pikir yang penting dirapikan,” imbuhnya.

Kalau di master plannya PKL harus ditiadakan. Hal itu kata dia, bisa mungkin. Kalaupun harus menunjang seperti itu, dengan pertimbangan umanis dan ekonomi, maka Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK).

Namun demikian, dirinya mengaku tidak paham dengan penolakan relokasai PKL tersebut.

“Kami hanya menerima kelompok PKL minta bantuan agar supaya tidak dipindah, intinya mereka siap menjaga kebersihan,” imbuhnya.

Dirinya mengaku tidak tahu masalah perencanaan seara detail revitalisasi. Tapi kalu kembali ke RUTRK banyak hal di Bondowoso harus dirombak.

Termsuk perhotelan segala macam perlu dikaji. Ada kawasan perkantoran dijadikn hotel. Kalau mau frontal atau radikal, lanjut dia, merubah itu semua. Namun juga l perlu dihitung cost sosialnya.

“Kalau tidak, RUTRK itu perlu ditubah, kan tidak haram merubah RUTRK, yang penting masyarakat ekonominya terlindungi,” paparnya

Diberitakan sebelumnya, dalam uji publik revitalisasi alun-alun, konsultan perencaan pembangunan Alun-alun, Arif Nurahman mengatakan, area alun-alun nantinya akan steril dari gedung-gedung dan tempat parkir.

Mengacu kepada desain Alun-alun yang dipersiapkan, gedung radio Mahardika dan cafe milik Pemkab ditiadakan. Area tersebut dimaksimalkan menjadi salah satu pintu masuk alun-alun.

Begitu pula dengan stan Pedagang Kaki Lima (PKL) di depan Lapas. Sebab area tersebut akan dialihfungsikan menjadi area olah raga dan taman bermain.

“Jadi memang dikembalikan ke fungsi awal bahwa alun-alun sepenuhnya untuk RTH (ruang terbuka hijau). Jadi tidak ada gedung dan tempat parkir,” ujar Arif.(och)