BONDOWOSO – Pilkada Bondowoso masih akan berlangsung 2018. Namun nama-nama yang digadang-gadang untuk maju mulai bermunculan. Yang terbaru, muncul wacana duet ‘Dahsat’ atau kependekan dari ‘Dhafir-Hasyim Santun Amanah dan Taat.

Munculnya wacana tersebut setelah beredar foto dimana Ahmad Dhafir yang kini menjabat sebagai ketua DPC PKB Bondowoso sedang menjabat tangan Hasyim Husnan yang tak lain adalah ketua Mejelis Pakar DPC PPP Bondowoso.

Belum diketahui di mana kedua tokoh Bondowoso itu bertemu. Namun diduga foto itu diambil di Pendapa Bupati saat ada kegiatan Harlah NU ke 94. Tampak dalam foto tersebut keduanya menggunakan baju putih dan berpeci serta saling melempar senyum.

Kontan beredarnya foto tersebut memunculkan spekulasi keduanya akan berduet di 2018 mendatang. Bahkan di grup-grup media sosial, banyak yang menganggap keduanya layak disandingkan dengan sebutan duet Dahsat. Bahkan jika bersanding, peluang memenangkan Pilkada diyakini cukup besar.

Koalisi PKB – PPP sendiri bukanlah hal baru di Bondowoso. Duet ASWAJA yang memimpin pemerintahan saat ini adalah hasil kolaborasi dua partai tersebut dan sejumlah partai pendukung lainnya.

Disingung hal itu, Buchori Mun’in, Ketua DPC PPP Bondowoso menganggap bahwa wacana yang ada di luaran itu sah-sah saja. Namun begitu, pihaknya memastikan jika partainya memiliki mekanisme tersendiri.

Salah satu yang masih akan dilakukan PPP adalah menungu hasil survey terkait dengan siapa yang akan diusung dalam Pilkada nanti. Suara-suara di internal partai juga akan menjadi pertimbangan tersendiri.

“Tentu kita juga akan meminta pertimbangan dari Kiai Salwa Arifin yang saat ini menjabat sebagai Ketua Majeleis Pertimbangan Cabang di PPP sekaligus juga wakil Bupati Bondowoso. Apalagi beliau juga berhak untuk maju melalui PPP,” ujarnya kepada Memo Indonesia, Rabu (26/4/2017).

Namun begitu, dia menegaskan bahwa saat ini partainya belum terlalu memikirkan Pilkada 2018. “Kita masih konsentrasi penataan internal. Saat ini kita masih fokus melakukan Musranting,” jelasnya.

Yang pasti, lanjut dia, PPP sebagai partai yang memiliki basis kuat di tingkat kultural, juga akan meminta pendapat dari para masyayih dalam menentukan pilihan nantinya. (esb)