BONDOWOSO – Nyai Hj. Makiyah As’ad dari Pondok Pesantren (PP) Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo mengatakan menjadi pemimpin harus selalu mengamalkan Al-Qur’an dan Al-Hadits dan menjadikan Rasulullah SAW sebagai tauladan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam pengambilan kebijakan. Sedangkan paslon Dhafir-Dayat, Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso adalah perintahnya para ulama.

“Saya ingatkan kepada semua muslimat yang hadir, supaya pada 27 Juni 2018 memilih pemimpin yang sudah mendapat restu dan perintahnya para ulama. Melle sate ban palapanah, tambhena amis ngakan dhuwe’. Mele Bupati ja kalopae nomor duwe’,” ujarnya di acara pengajian bertajuk “Silaturohmi Sholawat Bersama” dengan Nyai Hj. Makiyah As’ad dari Pondok Pesantren (PP) Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Kabupaten Situbondo, Kamis (28/2).

 

Baca Juga : Dhafir: Saya Ingin Mengabdi Pada Masyarakat

 

Nyai Makiyah As’ad juga menegaskan jika ada orang yang mengaku mendapatkan dukungan dari KH. Azaim Ibrahimy itu tidak benar. Karena sampai saat ini KH. Azaim Ibrahimy Sukorejo tidak pernah menyatakan sikap mendukung salah satu paslon Bupati dan Wakil Bupati.

Lebih lanjut Nyai Hj. Makiyah As’ad menuturkan bahwa KH. Zaim Ibrahimy sampai bersumpah kepadanya “Demi Allah” hingga saat ini tidak menentukan pilihannya. Jika ada orang telah mendapatkan restu dari beliau itu tidak benar. (och)