BONDOWOSO – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mendorong KH Salwa Arifin maju sebagi calon bupati dalam Pilkada Bondowoso 2018.

Hal ini ditegaskan oleh Romahurmuzy saat ditanyai oleh sejumlah awak media di Pendapa Wabup, Minggu (23/7).

“Saya sudah memerintahkan Dewan Pimpinan Cabang PPP Bondowoso untuk check Sound dan check frekuensi. Menimbang-nimbang secara seksama tentang apakah mungkin atau tidak Salwa dimajukan sebagai cabup Bondowoso,” jelasnya.

Ia mengakui masih ada cukup waktu bagi DPC untuk melakukan survey, mengingat pendaftaran Pilkada dibuka pada 31 Januari 2018 jadi masih ada cukup waktu. Untuk itu, Dia meminta agar DPC memanfaatkan waktu itu untuk meneliti kekuatan DPC dan KH Salwa.

“Serta membangun komunikasi politik dengan partai-partai lainnya serta kemungkinan menggandeng bakal calon Wabup untuk bisa bersama-sama dengan perahu PPP,” tambahnya.

 

Baca Juga : Soal Figur Ideal Dalam Pilkada Bondowoso, Golkar Ikut Ulama NU

 

Sementara terkait kriteria cawabup yang bisa mendampingi Kiai Salwa, Romi menjelaskan bahwa sosok Kiai yang sekarang menjabat sebagai wakil Bupati ini mengayomi, melambangkan kepercayaan umat yang bisa menjadi sosok bijak.

“Ibarat KH Salwa ini seperti Sayyidina Abu Bakar, tempat bersandar masa, tempat orang berkeluh kesah. Karena itu diperlukan wakil yang lincah yang mampu mengimbangi yang memang mampu melengkapi. Wakil yang memiliki kekuatan pengelolaan birokrasi dan pengalaman yang kedepannya bisa mengejar ketertinggalan Bondowoso,” paparnya.

Ditanya apakah kemungkinan PPP, akan mencari sosok orang birokrat untuk mendampingi Kiai Salwa, Romi hanya mengatakan, biarkan waktu yang menjawab.

Kendati PPP secara tersirat akan mengusung Kiai Salwa dalam Pilbup Bondowoso 2018, namun kepastian akan hal itu masih tanda tanya. Seperti diketahui, PPP memiliki 5 kursi di DPRD Bondowoso. Butuh koalisi dengan partai lain agar partai berlambang ka’bah ini bisa memberangkatkan calon sendiri. (och)