SURABAYA – Pacuan kuda tanpa menggunakan pelana merupakan salah satu warisan Budaya Madura yang unik selain Karapan Sapi. Olahraga Pacuan Kuda ini sangat membutuhkan joki yang memiliki keahlian dan ketangkasan yang mumpuni. Demikian disampaikan Danrem 084 BJ Kolonel Kav. M. Zulkifli saat membuka turnamen Balap Kuda Tradisional khas Bangkalan Madura pada Piala Danrem Cup 2017 di Lapangan Desa Binoh, Kecamatan Bumeh Kabupaten Bangkalan, Senin (21/8).

Zulkifli mengatakan dalam pelaksanaan Pacuan Kuda tanpa menggunakan pelana diharapkan terus berkesinambungan. “Saya berharap bisa dilaksanakan rutin setahun sekali selain.Dan untuk melestarikan budaya serta memupuk sportivitas yang nantinya bisa menghasilkan atlet-atlet Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi, red) di even daerah maupun nasional,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pordasi Bangkalan H Nasir Zaini menambahklan, piala Danrem Cup 2017 merupakan suatu kebanggaan bagi masyarakat bijih dan Kabupaten Bangkalan mempunyai lapangan landasan pacu kuda Sultan Binoh yg baru diresmikan, karena itu merupakan satu-satunya budaya di Madura yang ada di Bangkalan.

 

Baca Juga : Danrem 084 Bhaskara Jaya : Karya Nyata Menuju Indonesia Makmur dan Sejahtera

 

“Di Sumbawa ada tapi balapannya tidak sprint seperti ini. Apalagi para joki tidak menggunakan pelana. Ya setidaknya keberadaan lapangan pacu itu sebagai upaya melestarikan budaya daerah,” ujarnya.

Sekedar diketahui, piala Danrem Cup 2017 di Lapangan Desa Binoh, Kecamatan Bumeh Kabupaten Bangkalan ini diikuti oleh 45 peserta dibagi 4 kelas yaitu Kelas A,B,C dan kelas A Super dengan panjang lintasan pacu sejauh 400 meter.Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Pordasi Jatim,Para tokoh & Ulama Bangkalan,Para Forkopimda Bangkalan serta para Danramil jajaran Kodim 0829/Bangkalan. (sga)