Share
BONDOWOSO – Rangkaian kegiatan dalam memperingati hari jadi kota Bondowoso ke 198, ditutup dengan pesta rakyat bertajuk car free night dan malam expresi, Sabtu malam (22/7).

Berbagai hiburan dihelat untuk menghibur ribuan masyarakat yang hadir ke jantung kota. Dibuka dengan kesenian tradisional dan ditutup dengan pesta kembang api.

Bupati Amin Said Husni didampingi forpimda, sebelum menyaksikan hiburan kesenian tradisional sempat mengelilingi stan yang berjejer di sebelah barat monumen Gerbong Maut. Satu persatu stan kreasi anak muda itu didatangi oleh Bupati Amin. Bahkan hampir di setiap stan Bupati Amin berselfie dengan pemilik stan yang umumnya adalah komunitas anak-anak muda Bondowoso.

Usai itu, kesenian tradisional ronjengan yang dipadukan dengan musik Patrol mengiringi lagu Lir Saalir menyambut kedatangan Bupati Amin dan forpimda ke arena sekitar panggung ekspresi. Data diperoleh, bahwa paduan musik ini dibawakan oleh pemuda-pemudi Kecamatan Wringin.

Dalam kesempatan itu, juga diberikan award kepada lima kecamatan terbaik dalam culture night carnival kemarin. Kelima kecamatan itu di antaranya, Kecamatan Wringin, Klabang, Tapen, Wonosari dan Sumber Wringin.

Dalam berbagai kesempatan Bupati Amin terus menggaungkan, bahwa “dari secangkir kopi, muncul berjuta kreasi”. Dan tampaknya jargon ini pun telah mengena kepada salah seorang designer Batik asal Bondowoso, Nugroho, yang terinspirasi dari petik kopi Bondowoso, sehingga menghasilkan batik kopi yang peraagaannya menjadi salah satu hiburan dalam pesta rakyat.

Bupati Amien Said Husni, sebelum menutup pagelaraan peringatan Haul 198 kota tape, mengatakan bahwa pesta rakyat ini merupakan the Cilmax of Harjabo tahun 2017, puncak acara dari berbagai hiburan dan atraksi. “Saya ucapkan terimakasih semua yang sudah berpartisipasi, dan mengucapkan selamat kepada kita semua. Dirgahayu Bondowoso. Dan mari kita terus giat membangun Bondowoso.” (och)