BONDOWOSO – Sebanyak 702 jamaah calon haji (JCH) dari Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso diberangkatkan tahun 2017 ini. Dari jumlah itu terbagi dalam dua kloter, yakni kloter 33 berjumlah 447 jamaah, dan kloter 34 berjumlah 255 jamaah yang bergabung dengan calon jemaah haji Surabaya.

Sebelumnya, jumlah JCH yang berangkat 699, kemudian baru satu pekan ini, bertambah tiga orang dari Kecamatan Ijen, jadi yang berangkat 702 orang.

Menurut Kasi Haji Kemenag Bondowoso, Yunus, bertambahnya tiga orang ini bukan karena adanya tambahan kuota, melainkan karena ada cjh yang meninggal atau sakit. Seluruh jemaah haji di Bondowoso ini akan berangkat menuju Asrama Haji Surabaya tanggal 5 Agustus 2017.

Dari 702 jamaah haji itu, ternyata ada yang berusia 19 tahun. Dia adalah Silfi warga Wonosari, dan jamaah haji tertua berusia 87 tahun bernama Sahwi warga Klabang.

 

Baca Juga : Sidak Menjelang Musim Haji di Asrama Haji Surabaya

 

“Rata-rata jamaah haji yang berangkat tahun ini sudah mendaftar sejak tujuh tahun lalu. Ini saudara harus bersyukur karena hanya menunggu tujuh tahun. Kalau daftar sekarang waiting listnya sampek 20 tahun,” kata Bustomi, Kepala Bidang Penyelengaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, saat Pembekalan dan Pelepasan Calon Jemaah Haji di Pendapa Bupati, Sabtu (22/7).

Sementara itu Bupati Amin Said Husni, berpesan agar JCH Bondowoso mempersiapkan fisik dan mental menuju tanah suci. Karena, berangkat haji ini merupakan perjalanan spiritual yang dalam ritualitasnya menggunakan kekuatan fisik.

“Dan yang paling penting adalah kesiapan mental. Kesiapan kita untuk berangkat menghadap. Bapak ibu ini adalah tamu Allah.

“Sesungguhnya ibadah haji ini lebih kepada ibadah fisik, ibadah jasmani. Kalau seandainya diajari doa-doa itu adalah bersifat sunnah,” pungkasnya. (och)