Share

BONDOWOSO – Pertanian organik Desa Lombok Kulon, Wonosari, kerap menjadi rujukan belajar bagi mahasiswa fakultas pertanian dari berbagai Universitas terkemuka di Jawa Timur. Kali ini, giliran mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember yang mendapatkan kesempatan untuk melaksankan Praktik Kerja Lapangan (PKL) untuk mengetahui model budidaya organik.

“Pertanian organik di sini sering menjadi tempat praktik. Selain siswa SMK, mahasiswa pertanian juga sering, dari kampus politeknik Jember, Unej dan sekarang ini dari Unmuh Jember,” ungkap Petugas Penyuluh Lapang (PPL) pertanian organik Lombok Kulon, Kurniatik (13/2).

Berkat para petani padi organik Desa Lombok Kulon, mahasiswa dapat mengetahui secara langsung bagaimana cara budidaya tanaman organik. Mulai dari pengolaan lahan, proses budidaya, pasca panen hingga tahap pemasaran. Komplet dengan seputar kendala dan manfaat pertanian organik bagi keberlangsungan hidup yang lebih sehat.

Baca Juga : Lawan Politik Uang dan Politisasi SARA di Pilkada Bondowoso

“Semua kita ajarkan, mulai dari menyiapkan lahan hingga pemasaran. Termasuk juga kendala dan manfaat memproduksi dan mengonsumsi beras organik,” imbuh Mulyono.

Abdussalam, satu di antara peserta PKL mengaku puas, setelah mempraktikkan teori yang telah mereka dapat di dalam ruang kelas. Ia dan teman-temannya juga mengaku telah banyak mendapatkan ilmu baru, setelah kurang lebih satu bulan menimba ilmu di Desa organik Lombok Kulon yang telah dirintis sejak 2008 itu.

“Senang sekali bisa belajar banyak dari pertanian organik di sini. Saya yakin pertanian jenis ini sangat bermanfaat bagi kualitas kehidupan,” kata Abdussalam ketika ditemui saat menanam padi. (abr)