Share

BONDOWOSO – Seorang pilot senior paralayang asal Malaysia, Azizan Mohd Noor, mengunjungi Puncak Megasari di Kecamatan Ijen, Rabu (1/8). Ia datang mewakili komunitas paralayang di Malaysia, untuk melihat dan mencoba langsung sensasi terbang di Puncak Megasari.

Kehadirannya juga didorong atas rasa ingin tahunya, setelah mendapat cerita pengalaman sejumlah atlet dirgantara dari Thailand, Jepang, dan Korea Selatan yang beberapa waktu lalu turut berpartisipasi dalam Ijen Fun Fly.

‘’ Pada event fun fly Juli lalu saya tidak bisa datang, saya tahu juga banyak teman kami dari Jepang, Korea dan Thailand yang datang ke Puncak Megasari ini,’’ kata pria asal Kedah, Malaysia itu.

Pada Memo Indonesia Ia bercerita bahwa ketinggian terbang di Puncak Megasari sangatlah berbeda. Kondisi ini memungkinkan untuk melakukan manuver di udara.

“Jika bisa terbang tinggi bisa melihat kawah Ijen dari udara,’’katanya.

Ia berjanji akan kembali datang dengan mengajak dan merekomendasikan pilot-piloy Malaysia untuk berlatih sekaligus berwisata ke Ijen.

Sementara itu, Slamet Riyadi, salah satu pegiat olahraga dirgantara di Puncak Megasari mengatakan, kedatangan atlet senior dirgantara itu juga bentuk upaya pegiat olahraga dirgantara Bondowoso dalam mengenalkan Puncak Megasari di Kecamatan Ijen sebagai salah satu site Paralayang di Indonesia yang layak dikunjungi. Sekaligus untuk menjalin kerjasama.

‘’ Kerjasamanya memang tidak ada hitam di atas putih, hanya kami sama-sama berkomitmen untuk mengembangkan Puncak Megasari ,’’katanya.

Komitmen itu kata dia, Azis dan komunitas Paralayang di Malaysia ke depan akan datang dan berlatih di Puncak Megasari.

‘’Sementara kami yang di Bondowoso men-support penginapan dan mendampingi mereka ke beberapa destinasi wisata yang ada terutama air panas dan blue fire di Ijen,’’pungkasnya. (Och)