Share

BONDOWOSO – Sejumlah pemuda di Bondowoso yang tergabung dalam Grup Apresiasi Seni (GAS) menggelar aksi teatrikal, tepat pada hari peringatan tragedi Gerbong Maut, Selasa (23/11/2021) malam.

Aksi teatrikal itu menggambarkan penderitaan para pahlawan selama di dalam gerbong tertutup.

Tak hanya itu, mereka juga menggelar doa bersama di depan Monumen Gerbong Maut alun-alun Bondowoso.

Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajat, yang hadir di acara tersebut mengatakan, apresiasinya kepada pemuda pemudi yang masih sempat memperingati tragedi Gerbong Maut.

Ini dinilainya merupakan hal yang luar biasa, karena meskipun pandemi. Tak mengurangi semangat mereka untuk memperingati dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Mas Jun selaku pengasuh GAS, di mana para pemuda-pemudi ini bergabung ini perlu dikembangkan lagi ke depan,” tuturnya.

Ia menyebut bahwa aksi itu menunjukkan bahwa masih ada kepedulian para pemuda Bondowoso terhadap sejarah lahirnya Bumi Ki Ronggo.

Ke depan, dirinya berharap dukungan pemerintah daerah setempat setiap peringatan tragedi Gerbong Maut. Agar tak hanya sekadar mengibarkan bendera di tiap instansi.

Baca Juga : BPBD Bondowoso Himbau Masyarakat Bantaran Sungai Tingkatkan Kewaspadaan di Musim Hujan

Melainkan, disebutnya pengorbanan para pahlawan pantas diberikan lebih dari itu. Yakni, memasukkan sejarah Gerbong Maut ke dalam muatan lokal mulai tingkat SD hingga SMP.

Tujuannya untuk menanamkan rasa nasionalisme sedini mungkin kepada anak didik dan mengenalkan salah satu sejarah kampung halamannya sendiri.

” Dan sekali lagi dalam kesempatan ini pula, mohon dukungan dan kekompakan rekan-rekan sekalian , kami di DPRD akan segera bergerak untuk menindaklanjuti mata pelajaran muatan lokal Kabupaten Bondowoso,” jelas Sinung.

Muatan lokal dimaksud mulai dari potensi Kabupaten Bondowoso hingga potensi sejarah Bondowoso. Dari jaman pra sejarah megalitikum sampai dengan perang kemerdekaan yang termasuk di dalamnya terjadinya tragedi Gerbong Maut ini.

” Untuk menanamkan pendidikan sejarah perjuangan para pahlawan,” katanya.

Sementara itu, Ketua GAS Bondowoso Junaedi, menerangkan bahwa kegiatan ini untuk mengenang kisah perjuangan para pahlawan yang gugur di dalam gerbong.

” Yang penting kami ingin mengenang peristiwa ini, menghargai pahlawan, ” beber mantan penyiar radio tersebut.

Ia berpesan kepada para pemuda Bondowoso untuk tidak melupakan sejarah kotanya sendiri. Karena selama ini banyak pemuda, siswa dan warga Bondowoso sendiri tidak mengetahui sejarah Gerbong Maut, bahkan sekadar tanggal peristiwanya.

” Untuk generasi muda jangan lupakan sejarah terutama sejarah kota sendiri,” pungkasnya. (Och)