Share

 

BONDOWOSO – Sejumlah fraksi di DPRD Kabupaten Bondowoso mempertanyakan tentang peningkatan kesejahteraan terhadap guru ngaji. Seperti yang disampaikan oleh fraksi PPP.

Imam Tahir, salah seorang anggota Fraksi PPP, menerangkan, berdasarkan visi dan misi dari pasangan SABAR, salah satu yang menjadi program prioritas yakni kenaikan honor guru ngaji hingga 90 persen. Yakni dari Rp 800ribu menjadi Rp 1,5 juta. Harapannya, dengan peningkatan honor guru ngaji ini juga bisa berdampak terhadap  murid-muridnya.

“Salah satu pertimbangannya, di samping kondisi keberadaan para guru ngaji itu sangat memprihatinkan dalam artian dilihat dari aspek ekonomi mereka. Yang  kita lihat bukan hanya guru ngajinya saja tapi juga, muridnya,”terangnya.

Adapun, jumlah guru ngaji yang ada di Bondowoso kata Tahir, jika merunut pada data Pemda yakni sekitar 5ribuan. Namun, jumlah ini perlu dilakukan pemeriksaan kembali di lapangan.

“Tapi asumsi PPP dari yang kemarin pasti jumlahnya berkurang. Alasannya, kan begini ada yang mondok. Dan tidak ada yang melanjutkan. Akhirnya di desa terjadi marger. Yang biasanya jadi dua surau akhirnya pindah ke surau yang lain,”urainya usai mengikuti Rapat Paripurna Jawaban Bupati Atas PU Fraksi terhadap Raperda APBD tahun anggaran 2019, Jum’at (21/9).

Menanggapi hal ini, Plt. Bupati Karna Suswandi saat membacakan Jawaban Bupati Atas PU Fraksi terhadap Raperda APBD tahun anggaran 2019, menerangkan,  bantuan guru ngaji akan disesuaikan dengan mempertimbangkan ketersediaan anggaran sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

“Dengan mempertimbanglan ketersediaan anggaran,” jelasnya.

Lebih jauh, Karna mengatakan, terkait honor guru ngaji ini, sesuai dengan kesepakatan waktu pembahasan RPJMD teknokratik, maka penyesuaian terhadap RPJMD bupati dan wabup terpilih akan disesuaikan dalam pelaksanaan pembahasan bersama.(och)