Share

SITUBONDO – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Situbondo, Hj Juma’ati Karna Suswandi memberikan pengarahan langsung kepada puluhan Relawan Jihad Melawan Covid-19 (JMC) di tiga kecamatan, Selasa (21/9/2021). Yaitu, Mlandingan, Bungatan dan Kendit.

Tujuannya untuk mempercepat vaksinasi massal Covid-19 di Kota Santri.

Perempuan asal Kecamatan Panji ini mengatakan, peringkat vaksinasi Covid-19 Kabupaten Situbondo hingga hari ini, Selasa (21/9/2021) masih berada diangka 34 dari 38 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Jawa Timur.

“Kita ini masih berada di lima terendah se-Jatim. Dimana cakupan vaksinasi hanya ada dikisaran 16 persen saja. Padahal wilayah lain sudah ada yang 40 persen,” ucapnya dengan nada lantang pada Selasa (21/9/2021).

Lebih lanjut, Juma’ati Karna Suswandi menegaskan, bila dalam dua minggu ke depan cakupan vaksinasi Covid-19 di Kota Santri tidak sampai 50 persen.

Baca Juga : Peserta Seleksi PPPK Guru di Bondowoso yang Capai Nilai Ambang Batas Hanya 9 Persen

Maka Kabupaten Situbondo bisa masuk ke pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat level 2 hingga 3.

“Itu pesan ibu Gubernur Jatim kepada kami,” tambahnya.

Istri Bupati Situbondo ini menerangkan, Relawan JMC harus bisa mengajak kurang lebih 100.000 masyarakat Situbondo untuk mengikuti vaksinasi Covid-19.

“Kita bentuk mereka (JMC, red) ditingkat kecamatan dan desa se-Situbondo. Nanti wilayah yang paling banyak capaian vaksinasinya akan mendapat bendera hijau dari bupati. Sedangkan terendah mendapat bendera hitam,” paparnya.

Untuk diketahui, beberapa hari kemarin tiga srikandi di Kota Santri yakni, Ketua TP-PKK Kabupaten Situbondo, Hj Juma’ati Karna Suswandi, Pemangku Ponpes Putri Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Nyai Hj Juhairiah Fawaid serta Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Zeiniye membentuk Tim Relawan JMC. Dimana anggota terdiri dari beberapa organisasi. Diantaranya Fatayat dan Muslimat. (Ozi)