BONDOWOSO – Jika mayoritas peserta Pawai Ta’aruf 2018 mengambil konsep tarian religius, Senin (14/5), berbeda dengan Madrasah Aliyah Negeri Bondowoso yang justru menyuguhkan tema atraksi perang Badar.

Pantauan di lapangan, saat memasuki arena atraksi, sejumlah pelajar yang telah membentuk “kelompok” hitam dan putih, saling berhadapan. Kelompok yang mengenakan pakaian serba hitam terlihat seolah-olah merupakan tokoh antagonis yang siap menyerang lawannya dengan pedang. Adapun kelompok yang terlihat mengenakan pakaian serba putih itu, tampak tengah berdoa terlebih dahulu sebelum melawan serangan membabi buta, dari kelompok lawan.

Hingga terdengar kalimat “serang” kedua lawan pun akhirnya berperang. Hampir selama lima menit semua penonton yang hadir dibuat takut dengan drama perang badar itu. Sampai pada akhir perang, semua tim hitam berhasil dibekuk. Walaupun tampak, tak sedikit juga tim putih yang terluka dan gugur di medan laga.

Baca Juga : Pawai Ta’aruf, Plt Sekda Bondowoso: Mari Sambut Ramadan dengan Suka Cita

“Banyak para muslimin yang gugur dalam agam Islam. Untuk itu dalam menyambut bulan penuh rahmat, bulan Ramadan ini. Sebagai umat muslim harus meneruskan perjuangan para pejuang dengan menjaga pandangan, ucapan, pendengaran, hati, dan perbuatan kita,” kata pembaca monolog dari MAN Bondowoso.

Usai itu, tepuk tangan pun terdengar dari para penonton, tak terkecuali Plt. Sekda Bondowoso Karna Suswandi, Ketua MUI Bondowoso KH. Asy’ari Fasya, Asisten 1 Pemkab Bondowoso Agung Tri Handono, sejumlah perwakilan Polres Bondowoso, dan Kodim 0822 termasuk sejumlah kepala OPD.

Untuk informasi, ribuan pelajar dari 18 lembaga pendidikan setingkat SD/MI, SMP/Mts, dan MAN di Bondowoso mengikuti Pawai Ta’aruf. Kegiatan tahunan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1439. (och)