BANYUWANGI – Cuaca buruk yang terjadi di Bannyuwangi beberapa hari ini, mengakibatkan arus penyebrangan Jawa-Bali terpaksadi tunda untuk beberapa saat. Hujan deras yang tiada henti, berdampak pada jarak pandang  terbatas di perairan selat Bali hingga  pelayaran PT ASDP Indonesia Fery Cabang Ketapang-Gilimanuk terpaksa dilakukan penutupan, Rabu (12/7) sekitar pukul 16.50 WIB.

Fendy mengatakan, aktivitas penutupan penyebrangan dimulai sekitar pukul 16.50 WIB, lantaran kabut tebal mengganggu jarak pandang para nahkoda yang hanya memiliki jarak pandang sejauh 500 meter saja.

“Kabut tebal menganggu jarak pandang nakhoda. Penyeberangan sempat kita tunda sekitar  87 menit,” Kata Perwira Jaga UPP Ketapang.

Menurutnya, jika keputusan tersebut tidak dilakukan akan membahayakan kapal yang sedang berlayar di selat Bali. Maka dari itu UPP mengintruksikan seluruh kapal menepi untuk menjaga keselamatan nahkoda, ABK dan para penumpang kapal.

 

Baca Juga : Pemkab Banyuwangi Sulap bekas Mall Jadi Pusat Pelayanan Publik

 

“Mereka tak kami diberikan izin berlayar selama cuaca belum membaik. Karena jarak pandang yang terganggu ini dikhawatirkan bisa memicu kecelakaan laut. Yaitu tabrakan kapal,” tegasnya.

Beruntung hujan lebat tersebut tak disertai angin kencang, sehingga aktivitas pelayaran segera bisa dilanjutkan kembali pada 18.27 WIB. (mam)