Share


BONDOWOSO – Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103 di Bondowoso telah resmi ditutup oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letnan Jenderal TNI Tatang Sulaiman di Alun-alun Ki Bagus Asra, Selasa (13/11).

Upacara penutupan berlangsung meriah. Bukan hanya seremonial saja, berbagai atraksi kesenian, hingga teater yang menceritakan perjuangan pahlawan pada masa penjajahan pun menjadi suguhan yang menarik decak kagum ratusan pasang mata yang turut hadir.

Di samping itu, Wakasad Tatang Sulaiman juga meresmikan bangunan sekolah filial yang menjadi salah satu sasaran pembangunan fisik dalam program TMMD 103 di Bondowoso. Tinjauan langsung terhadap sejumlah bangunan yang telah selesai, juga dilakukan oleh Wakasad didampingi Bupati Salwa Arifin, Kepala Kejaksaan Tinggi Taufik H, Kapolres Bondowoso AKBP Febriansyah.

Tampak sejumlah bantuan seperti bantuan hewan ternak kambing, Al Qur’an, karpet untuk Mushollah, serta tas dan peralatan sekolah bagi para pelajar di desa Solor, Kecamatan Cerme pun diberikan langsung oleh Wakasad beserta istri.

Wakasad Tatang Sulaiman, ditemui awak media menerangkan bahwa TMMD dilaksanakan di 50 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Tujuannya yakni untuk membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan. Terutama, di daerah-daerah yang terpencil, terisolasi, dan tertutup.

“Untuk membuka daerah itu biasanya pakai program TMMD,” ungkap Tatang.
Ia menerangkan bahwa sasaran dari TMMD sendiri untuk setiap daerah tidaklah sama, tergantung keperluannya. Sedangkan di Bondowoso, kata Wakasad Tatang, ada pembangunan RTLH (Rumah Tak Layak Huni), jembatan, mushollah, bahkan membangun sekolah filial.

“Biasanya setiap titik itu ada satuan tugas kurang lebih sekitar 100 lebih. Ada dari TNI, Kepolisian, Pemerintah daerah serta dinas-dinas dari pemerintah daerah. Tergantung sekarang kalau tidak salah penjurunya adalah Kementrian Dalam Negeri, makanya tadi salah satu programnya adalah bagaimana pemberdayaan pengelolaan dana desa,” pungkasnya.

Untuk informasi, selama 30 hari hingga 13 November 2018, berbagai aktivitas membangun desa dilakukan oleh ratusan aparat TNI di desa Solor, Kecamatan Cerme.
Kegiatan pembangunan fisik membangun desa yang dilaksanakan, seperti membangun mushollah, pavingisasi jalan, membangun sekolah PAUD, memperbaiki RTLH (Rumah Tidak Layak Huni), dan plesterisasi. Di samping itu juga dilakukan pembangunan non fisik, yakni pemeriksaan kesehatan gratis, pemutaran film dengan mobil keliling, pembinaan kelompok usaha, penyuluhan tentang pemeliharaan pembangunan, praktek dan pelatihan kerajinan produk local, serta berbagai kegiatan pembangunan SDM dan lingkungan dilakukan.(och)