Share

BONDOWOSO – Destinasi wisata Kawah Wurung kembali mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso. Itu menyusul setelah Pemkab mengucurkan dana senilai Rp 1,1 M untuk pembangunan sarana dan prasarana air bersih. Namun, pembangunannya penuh perjuangan karena mengalami banyak rintangan.

Kepala Dinas PUPR, Drs. H. Karna Suswandi, MM, mengatakan, proses pembangunan dimulai pada Juni 2018 saat MC Nol. Saat itu proyek pipanisasi mulai dikerjakan. Namun pihak rekanan saat itu menemukan kesulitan. Saat proyek dikerjakan awal, sumber air masih memenuhi syarat dengan debit sekitar 4 liter perdetik. Namun, satu minggu kemudian, sumber itu tiba-tiba mati.

“Kemudian rekanan lapor ke dinas. Berikutnya dinas menyuruh menunggu satu minggu. Setelah satu minggu, sumber air itu hidup lagi. Namun debitnya tidak sesuai yang pertama. Sumber itu hidup-mati-hidup-mati. Ketika sumber airnya hidup lagi, rekanan sempat melanjutkan pekerjaan. Namun tiga hari mati lagi,” ujarnya.

Akhirnya, lanjut Karna Suswandi, dari dinas memutuskan untuk mencari sumber mata air di sekitar itu. Sumber mata air itu diambil di kawasan hutan yang berada di sekitar Kawah Wurung, tepatnya di gunung Ranti Kecamatan Ijen. Namun, saat mencari mata air itu benar-benar membutuhkan perjuangan karena kondisi medannya sangat sulit.

“Akhirnya, pencarian sumber mata air bersama masyarakat Desa Jampit dan Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen itu membuahkan hasil. Sumber air itu merupakan titik ke sepuluh setelah mencoba di berbagai titik di perbukitan yang ada di Kawah Wurung,” tambahnya.

Saat ini, lanjut Karna Suswandi, sumber itu sudah mulai dibangun. Namun masih mencapai 30 persen. Sehingga rekanan, sampai meminta waktu tambahan untuk menyelesaikan pekerjaan. Sebab selain satu sumber itu, ada penambahan sumber kedua, untuk memperkuat debit air nantinya.

“Targetnya, mengalir ke objek wisata Kawah Wurung dan ke Desa Jampit,” sambung Karna Suswandi yang juga Plt Sekda Bondowoso itu.

Mengenai penambahan waktu itu, Inspektorat Bondowoso telah melakukan cek lokasi. Saat melakukan cek lokasi itu, ada video dari inspektorat yang menunjukkan betapa terjalnya akses jalan yang dibangun. Bahkan salah seorang tim sempat ada yang semaput saat pengecekan.

“Tim dari inspektorat itu, bahkan tidak kuat lagi untuk mencari sumber air di titik kedua. Karena jauh dan terjal tempatnya,” terangnya.

Karna menambahkan, pembangunan pipanisasi itu, tidak hanya dilakukan tahun ini saja. Khusus untuk aliran ke Kawah Wurung, memang bisa selesai tahun ini. Namun ada pembangunan sarana air bersih menuju Desa Jampit, Kecamatan Ijen.

“Pembangunan itu rencananya akan dilakukan pada 2019 mendatang. Namun dengan sumber yang sudah ditemukan saat ini,” pungkasnya. (och)