Share

BONDOWOSO – Pengurus Cabang Guru Diniyah Nusantara (PC PGDN) Kabupaten Bondowoso menyatakan dukungannya terhadap pasangan calon nomor urut dua, Ahmad Dhafir dan Hidayat. Dukungan tersebut ditungkan dalam surat pernyataan dukungan yang ditanda tangani oleh Ketua PC PGDN Bondowoso, Ayopri. Surat pernyatan tersebut diserahkan langsung kepada Ahmad Dhafir di Rumah Kita- Rumah pemenangan Dhafir-Dayat, Kamis malam (19/4).

Kepada awak media, Ayopri mengaku dukungan ini diberikan kepada pasangan nomer urut dua karena guru diniyah ini merupakan perjuangan kaum intelektual para santri. Sementara dari dua pasangan calon, menurutnya yang lebih memihak kepada kaum santri adalah paslon Dhafir-Dayat. Disamping itu, Pak Dhafir sendiri, kata Ayopri, merupakan alumni dari santri.

“Mengapa kami agak terlambat mendeklarasikan dukungannya kepada Pak Dhafir karena kita mengedepankan tradisi santri yaitu istiharah dulu dengan jangka waktu sekian kemudian kita memantapkan pilihan ke Pak Dhafir,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar forum deklarasi terbuka yang diikuti oleh pengurus tingkat kecamatan dan akan dihadiri oleh pengurus tingkat Provinsi untuk menyatakan dukungannya pada Dhafir-Dayat.

Ia pun menegaskan bahwa dukungan yang diberikan ini serius, dengan restu dari pengurus PGDN di tingkat Provinsi.

“Artinya kita tidak abal-abal, dukungannya serius, bukan hanya dua atau tiga orang yang mendukung. Tapi kita serius, sampek tingkat provinsi itu sudah merestui kami untuk mendukung Pak Dhafir,” ujarnya.

Baca Juga : Ratusan Guru Ngaji Do’akan Dhafir-Dayat Menang Pilbup 2018

Ia pun mengaku bahwa dukungan tersebut merupakan hasil musyawarah seluruh pengurus PGDN hingga tingkat kecamatan.

Sementara itu, Cabup Ahmad Dhafir mengatakan visi dan misi yang diusungnya sudah sangat jelas yakni Beriman, Berdaya, dan Bermartabat, yang nantinya akan dijabarkan dengan membentuk orang-orang beriman dan bertakwa.

Jika telah terbentuk para penyelenggara pemerintahan yang beriman dan bertakwa maka bisa dipastikan mereka tidak hanya takut pada pasal-pasal pidana, melainkan takut terhadap ancaman Tuhan.

“Kalau sudah takut pada ancaman Tuhan, dia tidak akan pernah melakukan korupsi baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi,” ujarnya.

Tentunya, untuk membentuk orang-orang beriman ini dilakukan di madrasah, Pondok pesantren serta Mushollah. Sehingga, ini pun menjadi bagian dari visi dan misi, yang dijabarkan di dalam RPJMD. Oleh karena itulah kedepan ini menjadi sebuah kewajiban, bagi Dhafir, jika terpilih menjadi Bupati di Bondowoso untuk mengalokasikan anggaran untuk kepentingan keagamaan baik secara mental maupun fisik dalam membentuk masyarakat beriman.

“Lagu kebangsaan kita kan Bangunlah Jiwanya dan bangun badannya. Bangun Jiwa artinya apa? mental, siapa yang membangun mental? Para kiyai dan ustad. Badan apa maksudnya ? Fisik itu bagian pemerintah. Sehingga jika itu masuk di dalam visi dan misi maka itu menjadi suatu kewajiban,” pungkasnya.(och)