SURABAYA – Jumlah pengidap AIDS Di Jawa Timur sampai saat ini mencapai 17.750 dan HIV sebanyak 36.881 berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur..Seks bebas masih menjadi penyebab utama tingginya penyebaran Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS). Demikian diungkapkan oleh Sekretaris KPA Jatim, Otto Bambang Wahyudi usai Rapat Koordinasi (Rakor) Kelembagaan dan Penganggaran KPA kabupaten/kota se-Jawa Timur, di surabaya.

Otto mengatakan AIDS merupakan persoalan multi dimensional dan multi sektoral sehingga membutuhkan pelibatan semua pihak mulai dari pemerintah, swasta maupun masyarakat. Pencegahan HIV/AIDS dapat dimulai dengan menjaga diri, menjaga pola makan dan teratur berolahraga.

“Dua pengidap HIV/AIDS tertinggi berdasarkan pekerjaan yaitu wiraswasta dan ibu rumah tangga,” katanya.

Untuk ibu-ibu rumah tangga yang mengidap HIV/AIDS, dijelaskannya mereka  mayoritas tertular dari suami karena sang suami pernah melakukan seks bebas dengan perempuan lain yang terlebih dahulu menderita HIV/AIDS.

 

 

Baca Juga : Penderita HIV AIDS Meningkat Setiap Tahunnya Plus Didominasi Pria

 

“Memang untuk lokalisasi di Jatim sudah ditutup, tetapi tidak menutup kemungkinan prostitusi masih ada,” tambahnya.

Selain menggunakan berganti-ganti pasangan, ditambahkannya penyebaran HIV/AIDS juga dapat disebabkan oleh transfusi darah dari penderita HIV/AIDS, penggunaan jarum suntik yang digunakan oleh pecandu narkoba yang telah terinfeksi, menato, menindik secara bergantian, dan penularan dari ibu hamil yang mengidap HIV/AIDS kepada anaknya.

“HIV/AIDS tidak akan menyebar melalui udara, pelukan, jabatan tangan, berpelukan, air ludah,” pungkasnya.

Sekedar diketahui,Selain pengurus KPA kabupaten atau kota se Jawa Timur, hadir pula dalam rakor ini antara lain Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim Ansarul Fahrudda, aktivis HIV/AIDS dan perwakilan lintas sektor lainnya. (sga)