BONDOWOSO – Pengacara Sekretaris Daerah Bondowoso, Husnus Sidqi memastikan bahwa kliennya akan mentaati semua proses hukum terhadap penetapannya sebagai tersangka. Dalam kasus ancaman kekerasan melalui informasi elektronik dan atau dokumen elektronik terhadap Alun Taufana Sulistiadi mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) wilayah setempat.

“Mentaati semua proses hukum yang ada. Akan diikuti sampai sejauh mana ini akan dilanjutkan. Ini menunjukkan Pak Sekda taat hukum. Tak akan ada mempersulit,”terangnya dikonfirmasi awak media Senin (15/6/2020).

Menurutnya, dalam kasus yang membelit Sekda Syaifullah ini sebenarnya penetapan tersangkanya mengenakan pasal 45 B undang-undang nomor 19 tahun 2016 dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun.

 

Baca Juga : Bupati Salwa Terima Robot Penyemprot Disinfektan Dari Polije

 

Hal ini, kata Husnus, tak seperti yang diberitakan di media yang menyebut ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Karena itulah, jika melihat pasal 45B ini pihaknya berkeyakinan bahwa Sekda Syaifullah nanti akan tidak masuk dalam pasal ini. Pihaknya pun menilai pasal yang disangkakan lemah, karena beberapa alasan.

“Kita kan diujinya di Pengadilan. Sebab kalau kita dengarkan bersama yang dibaca sampeyan tadi itu, kan jelas itu. Siapa sekarang yang mengirimkan pertama kali rekaman itu. Pak Sekda itu kan tak pernah mengirimkan. Sedangkan disini yang mengirimkan sapa, otomatis kan pihak sana,”katanya.

“Ke dua, siapa yang punya inisiatif kemudian merekam itu. Kok tau kalau itu Pak Sekda kan tidak pernah mengenal. Kan ada rekaman itu kan juga perlu dipertanyakan juga. Makanya polisi harus betul-betul dalam hal ini sebetulnya haru jeli juga,”pungkasnya.(och)