BONDOWOSO – Ratusan warga desa Karang Anyar, Kecamatan Tegalampel yang masuk kategori Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH antre untuk mencairkan bantuan tersebut yang telah memasuki tahap ke empat.

Tampak mereka telah berkumpul di kantor Bumdes Karang Anyar sejak pukul 7.30 WIB tadi. Salah seorang KPM, Indahyani menyampaikan bersyukur karena sekarang bisa mencairkan dana PKH di kantor Bumdes.

“Lebih dekat, enak mbak. Terus saya kan ndak tau makek atm jadi kalau di kantor Bumdes gini kan ada yang nuntun nganukan mbak,” jelasnya.

Senada disampaikan oleh Muniati. Ia menguraikan bahwa dengan lokasi yang lebih dekat untuk mencairkan bantuan ini maka tidak perlu mengeluarkan gocek untuk uang transportasi.

“Walaupun sedikit cuma Rp 2 ribu kan tetap keluar ongkos mbak,” jelasnya pada Memo Indonesia.

Sementara itu, Ketua Bumdes Karang Anyar Miftahul Huda, mengatakan terima kasihnya pada BNI yang berkomitmen bersinergi dengan Bumdes yang dipimpinnya.

Miftahul Huda (Direktur Bumdes Karanganyar )

“Terima kasih berkat kerjasama yang telah dijalin ini maka penerimaa PKH di desa Karang Anyar bisa mencairkan bantuannya melalui Bumdes kami,” jelasnya.

Menurut laki-laki yang juga merupakan Ketua PMI Bondowoso ini, keberatan Bumdes sebagai penguat sektor ekonomi kerakyatan harus terus didorong. Sehingga, Bumdes bisa memberikan layanan prima bagi masyarakat desa.

Selain itu, eksistensi sebuah Bumdes yang usianya masih tergolong muda akan tetap bertahan manakala dapat bersinergi dengan pelaku ekonomi lainnya.

 

Baca Juga : Gemerlap Lampu Jembatan Ki Ronggo Jadi Wisata Baru Warga Bondowoso

 

“Seperti kerjasama dengan BNI ini, yang membuktikan keberpihakannya pada Bumdes,” pungkasnya.

Seperti diketahui pencairan bantuan PKH pada tahun 2017 ini telah memasuki tahap keempat. Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan senilai Rp 1.890.000 per tahun.

Jika di dalam keluarga tersebut terdapat penyandang disabilitas serta ada anggota keluarga usia lanjut maka akan mendapat tambahan senilai Rp 110.000. Bantuan sendiri langsung dikirim melalui rekening penerima melalui empat tahap.

Bantuan dicairkan empat tahap dengan nominal pada tahap pertama hingga ke tugas berjumlah Rp 500 ribu. Kemudian tahap terakhir sejumlah Rp 390 ribu. (och)