Share

SITUBONDO – Jumlah penerima bantuan langsung tunai (BLT) BBM di kabupaten Situbondo mencapai 77.797 keluarga penerima manfaat (KPM).

Penerima ini tersebar di 132 desa, empat kelurahan di 17 kecamatan.

Menurut Samsuri, Kepala Dinas Sosial, dikonfirmasi Senin (19/9/2022), semua data penerima merupakan data dari Kemensos RI. Pihak kabupaten hanya terima jadi, seluruh data.

“Itu pun saya terima data dari PT. Pos,” katanya dikonfirmasi pada Senin (19/9/2022).

Ia mengaku, bahwa segala proses pendistribusian bantuan pun dilakukan oleh PT. Pos. Yakni, dengan mendatangi ke masing-masing desa.

Adapun, pihaknya hanya menerima pengaduan dan pengawasan terhadap jalannya pendistribusian bantuan ini.

” Cuma, Dinsos mau menindaklanjuti per surat hal-hal yang berkaitan atau sisa permasalahan atau sisa permasalahan BLT BBM ke Kemensos,” urainya.

Baca Juga : Terjerat Narkoba, Anggota Polres Situbondo Diberhentikan dengan Tidak Hormat

Sementara itu, disitir dari website resmi setkab.go.id,. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta agar pembagian program Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak (BLT BBM) dan Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang telah berjalan sejak akhir Agustus lalu dapat terus dilakukan secara mudah, cepat, dan tepat sasaran.

Hal ini disampaikan Presiden Jokowi dalam keterangan pers bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (16/09/2022) siang.

Seperti diketahui sebelumnya, Pemerintah secara resmi mengumumkan pengalihan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 3 September 2022 yang lalu agar subsidi yang diberikan pemerintah menjadi lebih tepat sasaran.

Anggaran subsidi tersebut kemudian dialihkan ke dalam bentuk bantalan sosial. Pertama, BLT BBM dengan alokasi anggaran Rp12,4 triliun yang diberikan kepada 20,65 juta keluarga penerima manfaat sebesar Rp150 ribu per bulan selama empat bulan. Kedua, BSU dengan alokasi anggaran Rp9,6 triliun diperuntukkan bagi 16 juta pekerja.(Och)