Share

SURABAYA – Program penilangan menggunakan Closed Circuit Television (CCTV) terus dimatangkan. Salah satunya dengan mengelar Forum Pimpinan Daerah Kota Surabaya melalui “Focus Discussion Group” di Kantor Polrestabes Surabaya, kemarin. Dalam forum ini, menyepakati penindakan tilang berdasarkan pantauan kamera “Closed Circuit Television” (CCTV) yang telah terpasang di berbagai ruas jalan raya Surabaya. Selama September, program tersebut akan disosialisasikan. Dan pada Oktober program ini ditargetkan sudah bisa diterapkan.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M. Iqbal mengatakan, penerapan sistem tilang tersebut sudah diuji coba pemasangan kamera yang terintegrasi dengan Surabaya Intelegence Transport System (SITS) untuk memonitor pelanggaran lalu lintas dengan berbasis IT dan dimulai dari tahapan sosialisasi yang akan berlangsung selama bulan September.

“Sepanjang masa sosialisasi ini kami cuma melakukan pemantauan dari kamera CCTV,” katanya.

Dijelaskannya, petugas baru akan mendatangi rumah pelanggar lalu lintas berdasarkan rekaman CCTV tersebut pada bulan Oktober. Penerapan tilang melalui pantauan CCTV dasar hukumnya dinilai sudah jelas yakni Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

 

Baca Juga : Tindak Tegas, Polisi Tilang Pengendara Truk dan Trailer

 

“Tinggal nanti bisa kita lebih kuatkan lagi regulasinya,” jelas alumnus Akpol 1991 itu.

Sementara itu, Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Adewira Negara Siregar menjelaskan, nantinya tetap yang melakukan penindakan adalah angggota dari Polrestabes Surabaya dan Dishub Kota Surabaya mempunyai kewenangan merekam data pelanggaran yang ada di CCTV.

“Mekanismenya tim nantinya akan mengirim surat pemberitahuan kepada pelanggar lalu lintas yang melanggar dan terekam CCTV, lalu menjelaskan bahwa dirinya melakukan pelanggaran di tempat pada waktu tersebut dalam rekaman,” jelasnya.

Sekedar diketahui, data dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya dalam rekaman CCTV di wilayah Jalan Raya Bratang selama 12 jam mendapatkan sebayak 211 pelanggaran. Pelanggaran yang terekam paling banyak didominasi oleh kendaraan roda dua, yakni pelanggaran menerobos lampu merah dengan catatan sampai 195 pelanggaran. Kemudian pelanggaran berhenti di luar batas garis berhenti sebanyak 14 pelanggaran, dan pelanggaran pindah jalur marka solid, sebanyak 2 pelanggaran. (sga)