SURABAYA – Pendidikan entrepreneurship atau kewirausahaan untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi strategi baru pengembangan sumber daya manusia di Jatim. Pemimpin OPD harus memiliki jiwa entrepreneur dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN.Demikian disampaikan Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo saat memberikan sambutan Rakor Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi se-Indonesia dan Kepala BKD/Diklat se-Jatim Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2017 di Surabaya, kemarin.

Pakde Karwo sapaan lekat Gubernur Jatim, mengatakan jiwa entrepreneurship OPD bisa berubah dan hijrah dengan sikap baru yang lebih mandiri. Sebagai contoh, pembiayaan dengan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tersebut, sehingga tidak bergantung pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).“OPD akan lebih produktif bila Symber Daya Manusia (SDM) di dalamnya mampu menjadi entrepreneur atau pengusaha,” katanya.

 

Baca Juga : Pakde Karwo Serahkan SPT Plt Walikota Batu

 

Untuk menciptakan OPD yang berjiwa entrepreneur, Ditambahkannya,Pemprov Jatim mendirikan UPT Assestment melalui Badan Diklat Prov Jatim. UPT dengan menggunakan tahapan talent pool.“Jadi Diklat kita berkembang dengan didirikannya UPt Assestment yang diharapkan bisa mengembangkan ASN ataupun OPD untuk mengatasi permasalahan yang terjadi di Jatim,” pungkasnya.

Sementara itu Mendagri Tjahjo Kumolo, menilai Jatim sebagai provinsi berprestasi nomor satu di Indonesia.Menurutnya, prestasi tersebut diraih atas kepemimpinan Pakde Karwo sudah hampir sepuluh tahun memimpin Jatim, mampu mengorganisir masyarakat. “Ini perlu didukung staf yang mumpuni,” katanya.

Ia menambahkan Pakde Karwo juga berhasil melihat dinamika kebutuhan masyarakat, tuntutan masyarakat dan perubahan yang cepat.Kuncinya adalah peningkatan SDM.“Apapun itu pemerintah pusat dan daerah harus hadir untuk melayani masyarakat dengan baik melalui peningkatan SDM. Ini mampu diaplikasikan di Jatim,” pungkasnya. (sga)