BONDOWOSO – Pencairan insentif guru ngaji tahun ini dilaksanakan berbeda dibanding tahun lalu. Yakni, dengan dilaksanakan di masing-masing Kantor Kas, dan Kantor Cabang Pembantu Bank Jatim. Dengan mengatur jadwal jam setiap desa yang akan mengambil insentif sebesar Rp 1,5 juta itu.

Ini dilakukan lantaran pandemi Covid-19. Sehingga mekanisme pencairan pun juga memperhatikan sejumlah anjuran pencegahan penularan Covid-19.

Dikonfirmasi Hesti Prarasti, Penyedia Pelayanan Nasabah, Bank Jatim Cabang Bondowoso, menerangkan, mekanisme pencairan dilaksanakan dengan tetap mengacu pada pencegahan penularan virus corona.

Yakni, diwajibkan menggunakan masker, juga ada thermo gun, cuci tangan, masuk bilik sterilisasi, memperhatikan social distancing, serta di setiap teller juga telah diberi pembatas kaca.

“Bahkan di dekat teller juga kita siapkan handzanitiser juga,”katanya.

Selain itu, setiap desa juga diatur jadwal jamnya untuk pencairan insentif dengan delapan teller sesuai kecamatan. Khusus, satu teller diantaranya akan melayani desa yang terlambat dari jadwal jamnya.

Ditanya masih nampaknya kerumunan massa di sejumlah titik di luar antrian, Bagian Umum Bank Jatim Tika Yulindarti, menerangkan, pihaknya hanya bisa menghimbau. Karena kalau secara aturan pihaknya telah melakukan sesuai dengan aturan, bahkan merangkul kepolisian untuk mengatur massa juga. Karena itu, perlu kesadaran dari masyarakat.

“Tergantung dari kesadaran ya,”urainya.

Sebenarnya, kata Resti, jika guru ngaji tak datang ke kantor cabang pun sebenarnya bisa. Yakni, dengan mencairkan melalui ATM. Hanya saja, banyak lebih memilih datang ke kantor Bank Jatim.

“Sudah ditransfer, tapi disangkanya harus datang. Sama seperti nasabah biasa di depan. Kita hanya menyiapkan, karena sudah masuk ke rekening pribadi,”tuturnya.

 

Baca Juga : Satlantas Polres Bondowoso Akan Terapkan Kawasan Wajib Gunakan Masker Mulai 1 Mei

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, dan Kebudayaan, Harimas, dikonfirmasi, menerangkan, pencairan insentif tahun ini berbeda dibanding tahun lalu. Dimana pada tahun 2019, Bank Jatim melakukan jemput bola dengan datang ke kantor-kantor kecamatan.

Namun saat ini Bank Jatim bersama Dikbud sepakat untuk mekanisme pencairan dilaksanakan dengan dipusatkan di kantor-kantor bank jatim.

Hal ini dilakukan tak lain karena pandemi Covid-19. Belum lagi, Bank Jatim juga dalam waktu dekat masih akan mencairkan BLT.

“Dan ini tidak harus diambil hari ini. Bisa yang mereka jadwalnya hari ini, mau diambil satu minggu lagi bisa, diambil besok atau dua hari juga bisa,”ungkapnya.

Sementara itu, data dihimpun pada hari pertama pencairan insentif guru ngaji, Kamis (30/4/2020), ada sekitar 2.029 orang yang berasal dari tujuh kecamatan. Yakni kecamatan Bondowoso, Tlogosari, Pujer, Wringin, Prajekan, Wonosari, dan Maesan.

Pencairan insentif dengan nominal Rp 1,5 juta untuk setiap orang guru ngaji itu, dilaksanakan di masing-masing Kantor Kas, dan Kantor Cabang Pembantu Bank Jatim.

Kecuali tiga kecamatan, yakni kecamatan Bondowoso, Tlogosari, dan Pujer dipusatkan di Bank Jatim Cabang Bondowoso dengan jumlah mencapai 1000an.

Adapun, jumlah penerima se kabupaten Bondowoso tahun ini adalah 5.621 orang.(och)