Share


BONDOWOSO – Usaha bisa dimulai kapan saja, dimana saja dan siapa saja tanpa pandang bulu. Salah satunya pemuda asal desa Jambeanom, Kecamatan Jambesari Darusollah, Bondowoso ini. Berawal dari himpitan keluarga, pemuda bernama Syair ini membuka peluang usaha dengan budidaya jamur tiram dan pembuatan bag log.

Syair (23) menuturkan, bahwa semula dirinya bermodalkan Rp 25ribu untuk membuat bag log. Kemudian, bag log yang telah berhasil dibudiyakan ia jual dengan harga Rp 3.000 per bag log.

Dengan memanfaatkan media social sebagai sarana penjualan, Syair mengaku, bahwa bag lognya telah banyak diminati oleh para pengusaha jamur tiram dari berbagai kota. Bahkan, baglognya tersebut juga dipesan oleh pengusaha jamur dari Balikpapan, Kediri, hingga Blitar.

“Sebulan ya sekitar 1.000 bag log bisa terjual. Tergantung pesanan,” ungkapnya.

 

Baca Juga : Mayor Inf. Danang Nahkodai Batalyon Infanteri Raider 514

Sementara itu, kata Syair, untuk membudidayakan jamur tiram hanya butuh biaya sekitar Rp 1.500 per media tanam. Dana sebesar itu dipergunakan untuk membuat bag log yang bisa menghasilkan kurang lebih 1 ons jamur tiram putih dalam sekali panen.

“Seminggu saya bisa 2-3 kali panen. Per kilogramnya nanti dijual sekitar Rp 15.000,” ungkapnya.

Tak henti hanya disitu, pemuda yang juga seorang guru SMK di salah satu Pondok Pesantren ini pun mencoba untuk menyentuh sector hilir dari jamur tiram. Yakni dengan menjual jamur crispy, tepung jamur, dan krupuk jamur.


Hingga saat ini, usaha jamur tiram yang telah ia rintis sejak duduk di bangku SMA ini, telah mampu mempekerjakan sekitar empat ibu rumah tangga di sekitar rumahnya.

“Baru beberapa orang di sekitar rumah yang saya pekerjakan. Mudah-mudahan nanti bisa lebih banyak lagi,”pungkasnya.(och)