Share

BONDOWOSO – Seorang pemuda di Desa Ampelan, Kecamatan Wringin menyulap pipa paralon atau yang kerap dikenal dengan pipa PVC (polyvinyl chloride) menjadi perabot rumah tangga. Seperti lampu hias ruangan, lampu meja bergaya klasik, dan kaligrafi.

Pemuda tersebut bernama Misbahul Munir, Ketua DPC Posoera. Kepada awak media mengaku sudah sejak beberapa bulan lalu mengajak pemuda di sekitarnya juga menggeluti kerajinan tangan itu.

Pada pipa paralon tersebut aneka gambar menarik menjadi hiasan manis tersendiri. Gambar- gambar tersebut dibuat sesuai dengan permintaan pemesan . Mulai dari gambar wajah, flora fauna, kaligrafi, dan beberapa gambar lain.

“Soal desain, gambar, dan warna, yang pasti pelanggan yang menentukan. Kami hanya menyerahkan perkiraan hasil jadinya sebelum pengerjaan dimulai,” katanya.
Munir menjelaskan, dia menggunakan beragam teknik saat mengerjakan ukiran gambar pada pipa. Tekniknya, disesuaikan dengan gambar yang dipesan pelanggan. Demikian juga dengan pewarnaan.

“Waktu pengerjaannya, mulai dari 2 hingga 3 hari. Tergantung dari tingkat kesulitan. Jika pipanya diolah hingga tidak menyerupai pipa, pengerjaannya memakan waktu hingga seminggu,” jelasnya.

 

Baca Juga : Jualan Di Pasar Kejayan Tidak Laku

 

Ditanya soal harga, Munir mengaku tidak terlalu mematok. Meski, dirinya tetap mempertimbangkan soal bahan baku dan tingkat kesulitan pengerjaan. Mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 250 ribu. Dengan kisaran harga itu, Munir mampu meraup omzet, setidaknya hampir Rp 2jutaan per bulan di awal usahanya.

“Upaya merangkul pemuda untuk kreatif dan mampu menghasilkan rupiah,ada juga,”ungkapnya.

Kader GMNI itu mengaku tidak terlalu mementingkan soal harga. Dia hanya ingin produknya dikenal masyarakat banyak. Meski, sebenarnya Munir sudah banyak mendapat pesanan lampu hias. Mulai pesanan dari kalangan mahasiswa, hotel, luar kota

“ Yang penting produk saya dikenal masyarakat. Nah, kalau sudah terkenal, rejeki pasti datang sendiri,harapan kedepan kita bisa dapat perhatian pemerintah daerah dalam pembinaan pemuda kreatif ,” pungkasnya.(och)