SURABAYA – Harga kebutuhan pokok seringkali terkerek naik menjelang bulan Ramadan dan mendekati Hari raya Idul Fitri. Itu seolah menjadi siklus tahunan. Namun, untuk tahun ini, masyarakat Surabaya tidak perlu khawatir. Sebab, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Kepala Bidang Distribusi Dinas Perdagangan Kota Surabaya, Surtauli Sinurat mengatakan, jauh sebelum bulan puasa Ramadan, pihaknya telah membuat sejumlah agenda untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok di wilayah Surabaya. Dalam hal ini.

“Kami menggelar operasi pasar Disperdag bekerja sama dengan PD Pasar Surya dan PD Rumah Potong Hewan (RPH)sejak Januari lalu di kecamatan yang kesulitan mendapatkan pasokan kebutuhan pokok seperti beras, gula minyak goreng, bawang dan daging,” katanya.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Pedagang PD Pasar Surya, Nurul Azzah menyampaikan upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok tidak hanya melalui bazar Ramadan. Selama ini, PD Pasar juga rutin melakukan pemantauan harga 40 jenis komoditi beberapa pasar tradisional di Surabaya.

 

Baca Juga : NU Surabaya Tolak Tempat Hiburan Beroperasi di Bulan Ramadhan

 

“Ada analisa real day. Bila ada gejala kenaikan hargaberas, gula, minyak goreng, bumbu, daging, ikan dan tepung, kami laporkan ke Pemkot dan kami tindaklanjuti. Soal stok, kami bersinergi dengan DInas Ketahanan Pangan dan Pertanian,” katanya.

Upaya Pemkot Surabaya dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok yang disampaikan oleh Disperdag dan PD Pasar serta PD RPH, direspons positif oleh kalangan akademisi. Prof Nyoman Pujawan dari ITS,Menurutnya masyarakat sering kali dihadapkan pada kelangkaan ketersediaan komoditas tertentu.

“Saya gembira dengan inisiatif Pemkot untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, tidak hanya model konvensional tetapi lebih sistematis dan sustainable (berkelanjutan). Tidak hanya pas bulan Ramadan, tetapi sistem ini sepanjang tahun dengan model yang tertata,” ujarnya.

Sekedar diketahui, khusus menyambut bulan puasa Ramadan, mulai 26 Mei nanti, Disperdagin bersama PD Pasar dan PD RPH menggelar bazar Ramadan selama satu bulan penuh dan bergantian di 10 kecamatan. Ke-10 lokasi bazar tersebut yaitu Kecamatan Gayungan (26-28 Mei), Wiyung (29-31 Mei), Terminal Keputih Kecamatan Sukolilo (31 Mei-2 Juni), Sukomanunggal (2-4 Juni), Bulak (5-7 Juni), Benowo (7-9 Juni), Semampir (9-11 Juni), Pakal (12-14 Juni), Tenggilis Mejoyo (15-17 Juni) dan Tandes (17-19 Juni).

Selama bazar Ramadan, Stok bahan pokok yang disediakan dua kali lipat. Rinciannya beras 15 ton, gula 5 ton, minyak goreng 500 karton, bawang putih 1 ton, bawang merah 1,5 ton, cabai 3 kwintal.Untuk harga komoditinya,diantaranya beras 5 kg seharga Rp 45 ribu, gula 1 kg seharga Rp 12 kg dan minyak goreng 1 liter seharga Rp 11 ribu.(sga)