Share
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat meresmikan sistem
pembayaran kartu elekronik untuk alat parkir meter di halaman Taman
Surya

SURABAYA – Pemkot Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) telah meresmikan sistem pembayaran kartu elekronik (electronic payment) untuk alat parkir meter di halaman Taman Surya.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan, selama ini pendapatan parkir di Surabaya masih sesuai progress namun tahun ini meningkat. Tahun lalu pendapatan parkir 24,5%, kini pendapatan perpakiran sudah mencapai 40%,” katanya usai peresmian sistem pembayaran kartu elekronik di Surabaya.

Risma sapaan akrabnya mengingatkan kepada warga Surabaya yang belum mengerti cara pembayaran uang elektronik parkir agar mencoba dan jika tidak mengerti langsung bertanya kepada petugas parker.

“Kami sudah menyiapkan petugas yang akan menjaga, Jukir pun ikut membantu dan mengawasi sistem parkir menggunakan uang elektronik ini,” ungkapnya.

Ke depan Risma akan berencana membangun gedung parkir di beberapa tempat seperti di Jalan Kertajaya, Joyoboyo, Urip Sumoharjo, Ngagel dan Mayjend Sungkono.

“Ini untuk mengurangi kendaraan yang parkir di pinggir jalan,” pungkasnya.

 

Baca Juga : Guyub Rukun dan Damai Suasana Nobar Final UCL Bareng Gus Ipul

 

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Difi Ahmad Johansyah mengatakan bentuk kerjasama ini merupakan salah satu bentuk pengimplementasian untuk mendukung gerakan nontunai dan mengurangi wujud uang-uang kertas tunai yang akan berdampak pada lingkungan.

“Surabaya sudah melaju dengan cepat dalam implementasi non-tunainya dan ini prioritas yang sangat efektif untuk meningkatkan pendapatan daerah, salah satu bentuk nyatanya melalui perpakiran,” katanya.

Keuntungan yang yang bakal didapat dalam penggunaan uang elektronik pada sistem parkir ini, dijelaskannya sistem pembayaran retribusi parkir ini sesuai dengan waktu parkir sehingga memenuhi azas keadilan. Juru parkir tidak lagi memungut biaya melebihi tarif yang ditentukan. Semua transaksi pembayaran parkir akan masuk ke kas daerah dan terekam di data transaksi bank.

“Ini semua dilakukan untuk meminimalisir kebocoran transaksi pembayaran parkir di luar tarif yang sudah ditentukan dan mempermudah pengawasan pendapat kinerja juru parkir dalam memberikan pelayanannya,” jelasnya.

Sekedar diketahui, selain Bank Indonesia, ada 5 bank lain yang digandeng sebagai mitra untuk memudahkan warga dalam melakukan akses pembayaran uang elektronik untuk parkir meter diantaranya bank Jatim, BRI, BNI, BCA, dan bank Mandiri. (sga)