Share

BONDOWOSO – Pemerintah kabupaten Sumenep bertandang ke Bondowoso, pada Jum’at (22/11). Kehadiran tim rombongan kabupaten Sumenep, untuk “ATM” (Adopsi, Tiru, dan Modifikasi) program, khususnya penerapan e-Kinerja dan pemberiaan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP)  untuk PNS yang ada di Bondowoso.

Kepala BPKSDM Sumenep, Titik suryati, ditemui awak media usai dialog diBappeda, mengatakan, bahwa diadopsinya program di Bondowoso karena rekomendasi dari Kemenpan RB. Di samping itu, hasil Sakip kota tape ini juga sudah bagus dan mau menuju “A”, dan TPP ASNnya telah dimulai sejak dulu, lengkap dengan Perbup, Keputusan Bupati.

“Jadi kabupaten Sumenep ke Bondowoso dalam rangka untuk meniru regulasinya dan sebagainya mungkin bisa kita adopsi,” tuturnya.

Menurutnya, menjadi penting untuk memberikan TPP kepada ASN. Pasalnya, hal tersebut merupakan rekomendasi dari BPK dan KPK untuk peningkatan kerja ASN, daerah wajib memberikan tambahan penghasilan yang berbasis kinerja. Jadi dihitung dari, di samping presensi, juga dari kinerjanya ASN.

 

Baca Juga : Wujudkan Sinergitas Tata Ruang, Bappeda Gelar Seminar Publik

 

Sementara itu, Wabup Irwan Bachtiar Rahmat yang menemui rombongan Kabupaten Sumenep, menerangkan, apresiatif dengan kehadiran rombongan dari Kabupaten Sumenep. Tentu, melalui pertemuan tersebut, pihaknya dengan Pemkab Sumenep saling sharing.

“Apa yang menjadi kelebihan, unggulan di Bondowoso akan dibawa ke Sumenep. Sebaliknya yang sudah dilaksanakan di Sumenep akan diterapkan di Bondowoso,” ujarnya.

Saat ditanya realisasi pelaksaan TPP di Bondowoso, Wabup Irwan menerangkan bahwa pihaknya menargetkan enam bulan ke depan atau di tahun 2019, penghitungannya akan dibuat lenih dinamis. Pasalnya, selama ini penghitungan TPP masih bersifat statis berdasarkan finger print. Sehingga tidak ada lagi ASN yang santai-santai.(och)