Share

PROBOLINGGO – Dengan meningkatnya jumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta berkembangnya sektor wisata di Kabupaten Probolinggo, menurut Bupati Probolinggo, Hj. Puput Tantriana Sari, hal tersebut mampu mengurangi angka pengangguran.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) telah berhasil memfasilitasi 10 kecamatan dalam pembuatan video/film promosi untuk kemudian ditayangkan di salah satu stasiun televisi lokal.

Hal ini, kata Kepala Diskominfo, Statistik dan Persandian Kabupaten Probolinggo, Drs Tutug Edi Utomo MM kepada media menjelaskan jika ini sangat membantu para pelaku usaha tersebut untuk mengenalkan dan mempromosikan produknya.

“Dan dalam program bulan Publikasi Kecamatan tahun 2017, kami ajak para pelaku UKM untuk bisa memamerkan produknya disertakan dengan pemutaran video tersebut,” katanya saat dikonfirmasi sejumlah media diruang kerjanya.

Ini semua adalah kebijakan dari Pemkab Probolinggo yang sejak awal sudah berkomitmen ingin mengangkat potensi UKM yang ada di wilayah Kabupaten Probolinggo ini.

“Bupati sudah memberikan kebijakannya kepada UKM kedepan akan lebih ikut mempromosikan produk produk tersebut. Kami sebagai stakeholder hanya melaksanakan apa yang sudah menjadi tupoksinya,” jelasnya lagi.

Pertama, kata Tutug, Kecamatan Pajarakan mendapatkan kesempatan untuk mengawali program tersebut. Sedikitnya 6 orang yang terlibat dalam proses pembuatan video/film itu, diantaranya adalah 4 (empat) orang tim dari Pro TV dan 2 (dua) orang tim dari Diskominfo Kabupaten Probolinggo.

“Pada Kecamatan Pajarakan kalau tidak salah itu sudah kami lakukan pengambilan gambar mulai Kamis (16/11) lalu,” bebernya.

 

Baca Juga : Bupati Probolinggo, Berkomitmen Ciptakan Pertanian Organik Berbasis Kearifan Tradisional

 

Pantauan awak media, waktu itu secara langsung, Camat Pajarakan, Sukarno mengawal sendiri jalannya proses pengambilan video dan gambar, dan sekaligus berperan sebagai narasumber dalam video promosi tersebut.

“Sedikitnya ada dua pelaku usaha yang dikunjungi untuk proses pengambilan video itu, yakni di sentra pengrajin Bordir Lily yang berada di Dusun Asam Desa Selogudig Wetan dan satu lagi kuliner Abon Hj. Sun yang mulai naik daun, yang berlokasi cukup strategis yaitu di pinggir jalan raya Desa Karangpranti Kecamatan Pajarakan,” tambahnya.

Sukarno sendiri ikut mengutarakan bahwa sebenarnya banyak muncul pelaku usaha baru berkualitas di Kecamatan Pajarakan. Karena keterbatasan kemampuan mereka khususnya untuk hal promosi menyebabkan produknya kurang dikenal oleh masyarakat luas.

“Seperti Hj. Sun ini baru dua tahun beliau merintis usaha abonnya, namun usahanya kini berkembang cukup pesat. Hal ini karena salah satunya ditunjang oleh media promosi memadai yang dilakukan oleh anaknya sendiri,” terangnya.

Menurut Sukarno, dengan adanya program Bulan Publikasi Kecamatan (BPK) ini, pihaknya merasa sangat terbantu untuk mengenal dan menyebarluaskan produk unggulan di wilayah kerjanya itu. Dengan adanya bantuan media promosi yang tepat maka dampaknya akan langsung dirasakan oleh para pelaku usaha yang kemudian akan diikuti dengan perkembangan usaha.

“Saya berharap pelaku UMKM ini tetap menjaga kualitas dan kemasan produk agar para konsumen yang datang membeli tidak kecewa. Melalui kegiatan inilah usaha pemerintah mempromosikan dan mengenalkan produk,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik pada Diskominfo Kabupaten Probolinggo, Andjar Noermala juga mengemukakan bahwa pihaknya tengah menggandeng salah satu stasiun televisi lokal yang cukup kompeten untuk mendukung program ini.

“Kami berharap dengan membantu para pelaku usaha di bidang promosi, akan memberikan dampak yang signifikan bagi perkembangan usahanya,” ujar Kabid yang selalu tampil sporty ini.

Lebih lanjut Andjar menjelaskan bahwa sebuah usaha akan maju pesat manakala ditunjang adanya media promosi yang cukup. Dengan promosi yang baik dan berkualitas, maka akan mampu menggenjot pemasaran suatu produk yang kemudian akan diikuti dengan berkembangnya suatu usaha ekonomi itu sendiri.

Lebih lanjut penggemar olahraga senam ini menjelaskan bahwa proses pelaksanaan program publikasi akan dilaksanakan selama 10 hari. Dimana, untuk produksi dilaksanakan tanggal 16-23 Nopember 2017 dan tanggal 20-25 Nopember 2017 untuk jadwal penayangannya.

“Untuk mengawali Bulan Publikasi ini, sementara kami fasilitasi untuk 10 kecamatan yang menurut kami masih memerlukan fasilitasi di bidang promosi yaitu Kecamatan Pajarakan, Paiton, Lumbang, Sukapura, Sumberasih, Tongas, Dringu, Kuripan, Bantaran dan Sumber,” tandasnya. (afu)