BONDOWOSO – Pemerintah Daerah Bondowoso tengah mempersiapkan draft penerapan protokol kenormalan baru (new normal) di berbagai sektor. Baik di sektor Pondok Pesantren, industri, pendidikan dan lainnya.

“Ini kita masih melakukan persiapan draft new normal itu sendiri ya. Di bidang kesehatan dan juga BPBD, sudah saya sampaikan untuk membuat draft new normal, bagaimana protokol kesehatan yang akan diterapkan di masing-masing bagian,” Demikian diterangkan oleh Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat, pada awak media Selasa (16/6/2020).

Menurut Wabup Irwan, sejumlah industri memang sudah dibuka. Namun, konsep new normal yang dilakukan masih sebatas normatif. Seperti penggunaan masker, rajin cuci tangan dan sejenisnya.

Namun, pihaknya masih belum memformat dan mensimulasikan bagaimana di bidang industri. Termasuk di dalamnya pengaturan tenaga kerja dan sebagaimana. Karena, penerapan era new normal untuk industri satu dengan yang lain tentu berbeda.

“Ini betul-betul harus dipersiapkan. Sekaligus menunggu petunjuk dari pusat,”ujarnya.

 

Baca Juga : Saksi Video Tak Etis Akan Dikembangkan, Wabup Irwan: Sementara Harry Dulu

 

Diberitakan sebelumnya, Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Bondowoso mencatat ada sekitar 100an perusahaan di wilayahnya yang selama masa pandemi covid-19 menghentikan sementara produksi atau usahanya.

Totok Haryanto, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Bondowoso, Rabu (10/6/2020), mengatakan, telah ada surat edaran dari Kemenaker bahwa perusahaan mulai bisa membuka usahanya kembali selama masa new normal ini. Tentu, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Temen-temen yang selama ini dirumahkan, bisa bekerja lagi,”ujarnya.

Sejak surat edaran dari Kemenaker turun, kata Totok, pihaknya selama ini telah turun untuk menghimbau bahwa pengusaha bisa membuka usahanya kembali. Selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan surat edaran dari dinas.(och)