Share

BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso akan memanfaatkan gedung sekolah sebagai ruang karantina bagi pemudik yang menunjukkan gejala Positif Covid-19. Upaya tersebut dilakukan dalam menghadapi lonjakan volume pemudik jelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H.

“Nanti kita siapkan makannya. Sambil menunggu hasil Swab-nya. Begitu Swab-nya negatif baru kita pulangkan,” terang Sekretaris Daerah Syaifullah, Rabu (13/5/2020).

Sekda Syaifullah mengatakan, jika ditemukan pemudik yang memiliki suhu tubuh 38° lebih maka akan diisolasi di ruangan tersebut sampai hasil pemeriksaan Swab keluar.

Ruang isolasi dengan memanfaatkan gedung sekolah tersebut disediakan di masing-masing kecamatan. Ruangan isolasi disediakan di tempat-tempat perbatasan yang menjadi konsentrasi pemudik.

“Cuma tempat tidurnya masih ada 200,” jelasnya.

 

Baca Juga : Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Polres Bondowoso Berlakukan Buka Tutup Arus

 

Menurutnya, pemanfaatan sementara gedung sekolah sebagai tempat isolasi tersebut merupakan instruksi Gubernur Jawa Timur sebagai salah satu upaya penyanggah penanganan Covid-19.

“Kan wajar memang karena tiap kecamatan ada sekolah,” pungkasnya.

Tidak hanya gedung sekokah, Sekda juga menyebut akan menggunakan gedung Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai tempat alternatif.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Jawa Timur meminta Sekolah Dasar (SD) di tiap daerah ikut serta menyiagakan gedungnya sebagai tempat karantina untuk pemudik yang pulang ke kampung halamannya.

Langkah penyiapan ruang kelas Sekolah Dasar dipilih sebagai tempat karantina pemudik selama 14 hari karena Sekolah Dasar saat ini sudah ada di setiap desa dan kelurahan. (abr)