Share

BONDOWOSO – Pemerintah Daerah Bondowoso menggelontorkan anggaran di APBD 2017 sebesar Rp 700 juta untuk beasiswa putra putri daerah yang melanjutkan ke perguruan tinggi negeri.

Beasiswa tersebut dibagi menjadi dua yakni beasiswa mahasiswa yang diperuntukkan bagi putra daerah yang kuliah di delapan PTN. Mereka tersebar di  Poltek Jember (19), IAIN (102), Universitas Maulana Malik Ibrahim (6), Unej ( 19), Universitas Negeri Malang (1), Universitas Gajah Mada ( 1), Poltek Kemenkes Malang (1) serta Universitas Terbuka Jember (1). Sehingga total penerima beasiswa mahasiswa mencapai 150 orang.

Sementara untuk beasiswa afirmasi diberikan khusus untuk pelajar Bondowoso yang kuliah di Universitas Jember, jumlahnya yakni 109 orang.

Bupati Amin Said Husni dalam sambutannya mengatakan,  pemberian beasiswa ini merupakan bagian dari upaya untuk mendorong  putra putri daerah untuk melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi. Karena mereka nantinya akan menjadi generasi yang punya ilmu dengan kualifikasi yang tinggi. Kemudian, dengan ilmu tersebut diharapkan nanti bisa pulang ke Bondowoso dan mendarmakabaktikan ilmunya untuk kemajuan Kota Tape ini.

 

Baca Juga : Baru 20 Persen Industri Batik Jatim Kantongi Legalitas

 

“Didukung dan jangan sampai putus apalagi hanya gara-gara kesulitan ekonomi,” paparnya.

Lebih jauh Ia berpesan agar belajar sebaik-baiknya dan jangan sampai tersangkut dari dua hal. Yakni, narkoba dan terlibat dari radikalisme.

“Karena kalau sampai ada di antara kalian penerima beasiswa ini ada yang tersangkut narkoba, selain sanksi hukum yang menanti, kalian juga harus mengembalikan beasiswa ini dua kali lipat,” jelas Bupati dua periode ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Endang Hardiyanti, menjelaskan setiap mahasiswa dengan beasiswa reguler ini Rp 3 juta setiap tahunnya. Beasiswa ini hanya diberikan kepada mahasiswa yang telah berhasil mengikuti seleksi. Sementara untuk penerima beasiswa afirmasi akan dibiayai selama masa kuliah dengan nominal Rp 2 juta per tahun.

“Kalau reguler itu tidak diberikan terus karena kompetitif. Jadi kalau mau dapat lagi ikut seleksi lagi,” jelasnya. (och)