BONDOWOSO – Pemerintah Daerah Bondowoso akan membangin rumah tak layak huni milik Sahwani, janda sebatanhkara yang tinggal di Desa Gayam, Kecamatan Botolinggo.

Pembangunan rumah tak layak huni milik Sahwani akan dilaksanakan bersamaan dengan ke sembilan rumah warga tak mampu lainnya melalui CSR Perbankan dan urunan sejunlah ASN di Bondowoso.

“Ada 10 rumah tahap pertama yang akan kita perbaiki. Ini dari CSR Bank, disamping kita juga teman-teman ASN membantu. Nilainya sekitar Rp 125 juta untuk 10 rumah,”demikian disampaikan oleh Sekretaris Daerah Syaifullah dikonfirmasi awak media Selasa (7/7/2020).

Ia menerangkan, selain milik Sahwani di Botolinggo, pembangunan rumah tak layak huni juga dilaksanakan di Kecamatan Grujugan, Tamanan, dan beberapa wilayah lainnya.

 

Baca Juga : Hidup Sebatang Kara, Janda Tua Ini Hanya Makan Sayur untuk Hidup

 

“InsyaAllah mulai Sabtu ini sudah bergerak,”ujarnya.

“Tidak ada tender dalam pembangunan ini, semuanya amal jariyah kita kerja keras mengerjakan ini,”katanya.

Menurutnya, dalam membantu mengentaskan kemiskinan memang tidak hanya melakukan perbaikan rumah penerima manfaat. Melainkan bagaimana membuat mereka berdaya, dengan membuat usaha-usaha.

“Ada tiga langkah yang akan kita lakukan (untuk Shawani, red). Pertama kita akan tawarkan, dia kan pelihara sapi tapi milik orang. Namun disini sapi kan mahal, nanti bisa kita bantu kambing. Yang kedua mungkin usah buat sapu dan lainnya,”jelasnya.

Untuk informasi, Seorang janda tua bernama Sahwani (57) hanya bisa pasrah dengan keadaanya saat ini

Hidup sebatang kara di gubuk reot berukuran sekitar 4x5meter di Desa Gayam, Kecamatan Botolinggo.

Sehari-hari ia bertahan hidup dengan mencari sayur di sekitar rumahnya. Terkadang dijual pada warga sekitar, namun seringnya dikonsumsi sendiri.(och)