Share

SURABAYA – Pembangunan Saluran Kabel Tegangan Tingi (SKTT) 150 kV Suramadu sirkit 3 dan 4 serta pengoperasian Gardu Induk (GI) diharapkan mampu memacu investasi di Madura. Pembangunan ini sangat penting karena listrik merupakan salah satu indikator penting dalam mendatangkan investor dan dapat meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat di Madura secara keseluruhan. Demikian disampaikan Wakil Gubernur Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf usai meresmikan Ground breaking SKTT 150 kV Suramadu dan Pengoperasian GI tersebar di Jatim, di Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Lobang, Kabupaten Bangkalan.

Gus Ipul sapaan akrabnya mengakui bahwa Madura masih tertinggal dari sisi kemapanan ekonomi dibanding wilayah lain di Jatim. Tak hanya dari sisi nilai investasi yang rendah namun juga di sisi pendidikan. Oleh sebab itu kehadiran listrik di tengah masyarakat sangat dibutuhkan untuk mempercepat kemajuan Madura.

“Pulau Madura memang sedikit tertinggal dari segi pembangunan, oleh sebab itu segala upaya kita lakukan untuk menggenjot pertumbuhannya termasuk di sisi pasokan listrik,” ujarnya.

Selama ini, ditambahkannya investasi di Madura hanya terbatas pada dua sektor, yakni telekomunikasi dan logistik. Namun, saat ini sektor investasi sudah mulai berkembang di bidang pariwisata, kuliner serta kerajinan batik.

“Wisata disini sudah mulai berkembang, misalnya bukit kapur atau biasa disebut bukit jaddih.Tetapi kendalanya hanya di sisi infrastruktur serta pasokan listrik. Dengan adanya SKTT, saya harap investor akan mulai melirik untuk berinvestasi di pulau ini,” pungkasnya.

 

Baca Juga : Gus Ipul Sambut Kedatangan Megawati di Surabaya

 

Sementara itu, Direktur Bisnis PLN Regional Jatim, Bali dan Nusa Tenggara Djoko Rahardjo Abu Manan mengatakan, pembangunan SKTT 150 kV dan pengoperasian GI tersebut bertujuan untuk meningkatkan rasio elektrofikasi Madura, yang saat ini hanya 66% lebih rendah dibandingkan nasional sebesar 91%.

“Keseluruhan proyek SKTT 150 kV Suramadu sirkit 3 dan 4, serta pengoperasian GI di Jatim ini bagian dari program 35 ribu MW yang sudah dicanangkan pemerintah pusat. Targetnya akan kita selesaikan pada Juni 2018,” katanya.

Kebutuhan listrik di Madura saat ini, ditambahkannya dari data yang ada sebesar 140 MW yang dipasok oleh SKTT 150 kV sirkit 1 dan 2 dengan kemampuan 200 MW. Untuk mengantisipasi pertumbuhan beban dan menjaga kehandalan sistem di Madura, pembangunan SKTT 150 kV sirkit 3 dan 4, merupakan salah satu solusi disamping rencana PLN membangun Pembangkit di Pulau Madura.

“Dulu pernah terjadi Madura gelap karena adanya gangguan kabel laut, dengan adanya tambahan SKTT ini maka kedepan kejadian seperti itu tidak akan terjadi lagi,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, SKTT ini membentang sepanjang 8,5 kilometer sirkit (kms) dari GIS 150kV Kedinding-Surabaya sampai Tower di ujung jembatan Suramadu sisi Madura dan terhubung dengan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150kV sebanyak 35 Tower menuju ke GI Bangkalan. Sedangkan pengoperasian GI yang tersebar di Jatim diantaranya Altaprima di Gresik, Gunungsari dan Karangpilang di Surabaya, dan Gilitimur di Bangkalan. (sga)