Share

BONDOWOSO – Camat Kota Kabupatem Bondowoso Adam, menjamin besaran ganti rugi yang proporsional kepada warga pemilik lahan yang terdampak pembangunan jalan lingkar Tenggarang – Pancoran. Hal tersebut disampaikan pada musyawarah penetapan bentuk ganti kerugian pengadaan tanah Desa Pancoran tahap I 2017 di Kantor Desa Pancoran, Rabu (6/12).

Agar penilaian besaran ganti rugi tersebut objektif, Pemkab Bondowoso telah menggunakan pihak appraisal (Tim Penilai Independen) untuk menentukan estimasi besaran nominal ganti rugi. Penilaian tersebut diambil berdasarkan luas tanah dan aset di atasnya.

“Kita akan beri ganti rugi yang sepadan. Pemerintah sudah mempunyai alat yaitu pihak ketiga yang profesional untuk menentukan harga ganti rugi. Penilaian itu ada kategori kelas A, B, C dan D. Nanti besaran yang akan diberi sesuai dengan kategori tersebut,” ungkap Adam di hadapan warga.

Sementara Kabid SDA Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruag (PUPR) Bondowoso Hari Sucahyono, mengungkapkan bahwa untuk kawasan desa Pancoran akan dilakukan pembebasan lahan sebanyak 69 bidang dengan luas 14.432 m2.

Pantauan Memo Indonesia, musyawarah tersebut berlangsung kondusif. Usai warga mendengarkan paparan beberapa Dinas terkait, satu persatu dari mereka antre untuk mengambil amplop yang berisikan besaran ganti rugi. Akan ada pertemuan lanjutan apabila yang bersangkutan belum menemukan kemufakatan. (abr)