Share

 

SURABAYA – Meningkatnya penyalahgunaan Pil Dobel L (Pil Koplo) di kalangan remaja kota Surabaya bisa menjadi stimulasi meningkatnya pengguna narkotika kelas 1 di masa depan.Demikian disampaikan Kepala BNNK Surabaya AKBP Suparti usai Rapat Koordinasi (Rakor) Peningkatan Pelayanan Rehabilitasi Bagi Penyalahguna Narkoba bersama pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Kemarin.

Menurutnya,Gencarnya peredaran gelap Pil Dobel L di Surabaya karena obat ini tidak bisa terdeteksi tes urine dan hukumannya ringan.Dengan tingginya penyalahguna sehingga memperbanyak pasar gelap.Untuk para remaja sejak dini dipasok Dobel L agar kelak saat sudah dewasa, bekerja dan punya uang, bisa mencari zat yang lebih kuat yaitu ekstasi dan sabu. “Yang selama ini biasa makai dobel L bisa dipastikan mudah sekali untuk ditawarkan ekstasi atau sabu. Pil Dobel L ini bisa meregenerasi para pemakai narkoba di masa depan,” ujarnya.

 

Baca Juga : Orang Tua Dapat Menekan Penguna Narkoba Bagi Remaja

 

Ditempat yang sama,Konsultan Adiksi dr I Gusti Ngurah Gunadi SpKJ mengatakan, kandungan obat tersebut adalah Trihexyphenydil HCL untuk menetralisir efek ekstra pyramidal sindrome. Sebenarnya dipergunakan untuk pasien spikotik, skizofrenia atau orang gila. Ketika diberikan pengobatan anti psikotik, suatu saat dia akan mengalami efek samping obat yang namanya ekstra pyramidal sindrome. Maka dari itu, pasien ini harus minum Dobel L untuk menetralisir. “Efek dari obat ini memicu keluarnya zat yang bisa memicu konsentrasi, fokus dan gembira. Untuk pasien skizofrenia hanya butuh dosis kecil.Tetapi ini disalahgunakan,” katanya.

Bagi remaja yang sering mengkonsumsi obat ini,Ditambahkannya bisa menimbulkan gejala tidak bisa fokus dan tidak bisa berfikir sehingga butuh untuk Makai lagi. “Meskipun efeknya tidak sekuat sabu, tapi Dobel L bisa menjadi obat yang bisa menstimulasi penyalahgunaan narkoba di level selanjutnya,” pungkasnya.

Sekadar diketahui,Dari data yang ditangani BNNK Surabaya, di tahun 2015 pengguna Dobel L sebanyak 156 laki-laki dan 72 perempuan.Sampai saat ini BNNK Surabaya memprediksi ada kenaikan penyalahgunaan Dobel L ini.Dan saat ini Masih dalam tahap perhitungan.Dan untuk para pengedar Pil Dobel L hanya bisa dijerat Pasal 197 Undang-Undang Kesehatan No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.(sga)