Share

BONDOWOSO – Masa pandemi Covid-19 merongrong usaha sejumlah pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) tape di Bondowoso.

Mereka terpaksa mengurangi produksi tape hingga 60 persen dari biasanya.

“Kalau gulung tikar tidak ada, kalau mengurangi produksi ada, hampir 60 persen,” ujar Agung Nurhidayat, Kepala Bidang Perindustrian, Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Perindustrian, usai seremonial pemberian bantuan, Senin (18/10/2021).

Ia menerangkan, kondisi ini disebabkan oleh menurunnya daya beli masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Hal ini dibenarkan oleh Umar, Pelaku IKM Tape 98, di Desa Wringin, Kecamatan Wringin.

Baca Juga : Angin Puting Beliung di Bondowoso Terjang 3 Desa dalam Sehari

Ia menyampaikan sebelum masa pandemi Covid-19 dirinya bisa menjual tape sebanyak empat kwintal dalam tiga hari. Namun, kini tape dengan jumlah serupa baru bisa habis setelah 5-6 hari.

“Saya kalau jualan di Besuki,” ujar pria yang telah berjualan tape sejak 24 tahun itu.

Melihat kondisi ini, Bupati Salwa Arifin, dan Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat memberikan bantuan peralatan dan perbaikan gedung produksi bagi 11 pelaku IKM Tape di Desa Wringin, Kecamatan Wringin.

Bupati Salwa Arifin menerangkan, bahwa bantuan diberikan sebagai stimulan pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

“Dikhawatirkan nanti dijual, tapi tidak (dijual, red) tadi sudah akan dibentuk tim pengawasan,” ujarnya.

Ia menyebut bahwa memang yang dikeluhkan oleh para pelaku IKM mayoritas terkait pemasaran. Karena itulah, pihaknya pun mensinergikan instansi terkait, seperti Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga.

“Jadi intinya pariwisata menyediakan gerai disini, bahkan di semua tempat wisata dengan kearifan lokal setempat kami menyediakan gerai-gerai,” tuturnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Perindustrian, Sigit Purnomo, melalui Agung Nurhidayat, Kepala Bidang Perindustrian menjelaskan, bantuan yang diberikan untuk 11 IKM Tape.

Masing-masing mendapatkan alat produksi berupa kipas angin, penggilingan ragi, kompor, pelapis dengan bahan stainless steel, timba ukuran besar. Kemudian, ada juga bantuan renovasi rumah produksi IKM tape.

“Ini dari APBD awal, Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang industri kecil menengah. Kalau rupiahnya lupa tepatnya tapi sekitar Rp 1 miliar,” ungkapnya.

Ditanya untuk daerah lain, kata Agung, akan diberi juga secara bertahap.

“Ini adalah stimulan untuk memulih ekonomi, di tengah pandemi ini,” pungkasnya.

Penyerahan bantuan yang dilakukan door to door langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati juga dihadiri oleh sejumlah Kepala Instansi. Di antaranya yakni Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Molyadi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Haeriyah Yuliati, Kasatpol PP Selamet Yantoko, dan sejumlah pejabat eselon II.(och)