BONDOWOSO – Mesku tengah pandemi Covid-19, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bondowoso memastikan tidak ada relaksasi pembayaran bagi pelanggan.

Kepastikan tersebut disampaikan langsung oleh Dirut PDAM, April Ariesta Bhirawa, usai melakukan pertemuan dengan Sekda di gedung Pemkab Bondowoso, Jumat (12/6/2020) lalu.

Alasannya, karena operasional dan gaji karyawan PDAM bukan dibayar oleh pemerintah pusat maupun daerah, melainkan dari pelanggan.

” Jadi mohon maaf. Kalau pelayanan kami tidak bisa seperti PLN, BUMN yang semuanya ditanggung oleh pusat. Kalau PDAM keberlangsungannya dibiayai oleh pelanggan,” tandasnya.

 

Baca Juga : Seorang Pasien Positif COVID-19 Bondowoso Meninggal

 

Namun dalam beberapa bulan terakhir pihaknya memberikan keringanan bagi pelanggan tidak mampu yang menunggak selama dua bulan tidak ditutup.

” Tapi kalau nunggak 3 bulan, kami tetap melaksanakan penutupan, terangnya.

Saat ini, pemerintah daerah akan lebih memperhatikan penertiban Air Bawah Tanah (ABT). Karena pelanggan PDAM di Kabupaten Bondowoso mayoritas dari kalangan tidak mampu yang menyebabkan pemerintah mengeluarkan subsidi.

Diharapkan, pemerintah daerah secepatnya menertibkan ABT sehingga para pemilik usaha seperti hotel dan pertokoan menjadi pelanggan PDAM.

” Sementara ini pelanggan PDAM 80 persen dari masyarakat ekonomi menengah ke bawah,” tambahnya.

Untuk itu, pihaknya terus berupaya melakukan normalisasi perpipaan dan penambahan air baku. Bahkan, sesuai arahan Sekda bahwa PDAM harus hadir menjadi perusahaan daerah yang bisa melayani semua lapisan masyarakat.(och)