BONDOWOSO – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Bondowoso menyatakan bakal turun tangan untuk menyelesaikan polemik di Pasar Induk Bondowoso. Sebab, PC PMII menilai penerapan kebijakan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) soal penataan Pasar Induk menuju pasar ber-SNI terlalu tergesa-gesa.

“Setelah kami melakukan kajian bersama seluruh jajaran kepengurusan, kami rasa diskop terlalu terburu-buru dalam mengambil kebijakan untuk mengajar pasar berstandar Nasional Indonesia (SNI),” ungkap Saiful Khoir, A.Ma, Ketua PC PMII Bondowoso pada media, Jumat (22/1/2021).

Khoir mengungkapkan, kegaduhan yang akhir-akhir ini terjadi di pasar induk Bondowoso dipicu dari adanya penerapan kebijakan penataan pedagang demi mengejar Standar Nasional Indonesia (SNI).

Dia menilai, selama ini sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas Pasar juga lemah dan pelaksanaan kebijakan tersebut terkesan tebang pilih. Ia mempertanyakan apa yang sebenarnya menjadi dasar atas penerapan aturan untuk mengejar Pasar ber-SNI.

“Dinas terkait seharusnya mengkaji secara mendalam terkait akibat penerapan kebijakan yang dirasakan oleh pedagang,” ujarnya.

 

Baca Juga : Telah Kantongi Surat dari KPU, PAW Anggota PPP Segera Diteruskan ke Bupati

 

Mantan ketua Komisariat PMII Poltek Jember kampus di Bondowoso ini menilai, pemerintah kurang siap dan terburu-buru dalam melakukan relokasi pedagang, sehingga terjadi kegaduhan yang tak kunjung selesai.

“Padahal fasilitas yang ada di Pasar Induk Bondowoso masih banyak yang kurang, seperti kurangnya lampu penerangan, ventilasi udara kurang, fasilitas air bersih banyak yang sudah rusak, dan penataan zonasi pedagang masih banyak persoalan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, kata dia, Diskoperindag penertiban pedagang terkesan tidak manusiawi dan bergaya orde baru yang otoriter dan represif dengan menggunakan kekuatan purnawirawan TNI.

“Dari persoalan yang terjadi, maka kami tegaskan sekali lagi, PC PMII Bondowoso siap mengawal hingga tuntas apa saja yang menjadi keluhan pedagang di Pasar Induk Bondowoso, agar segala persoalan yang terjadi terselesaikan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bondowoso melakukan Sidak (Inspeksi mendadak) ke Pasar Induk Bondowoso. Kedatangan Komisi II kemudian disambut isak tangis para pedagang pasar sore yang memohon dan meminta agar pasar sore di lantai 1 tetap ada. (abr)