Share

Surabaya – Harga pangan di Jawa Timur jelang lebaran dipastikan tetap stabil. Kepastian stabilitas harga ini berlaku karena data distribusinya terukur secara real time. Hal ini disampaikan Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo usai mengikuti Rapat Paripurna di Gedung DPRD Provinsi Jatim di Surabaya, Kamis (20/04) tadi siang.

Menurutnya, setiap harinya ada beberapa instansi diantaranya Pelindo dan Angkasapura yang mengirimkan data manifest.

“Semua harga kebutuhan pokok selain kedelai dan bawang putih harganya saya pastikan stabil atau aman,” ujarnya.

Gubernur yang biasa disapa Pakde Karwo ini menjelaskan, jelang puasa dan lebaran tahun ini Pemprov Jatim telah menyiapkan dana sebesar Rp. 12,5 miliar. Dana tersebut digunakan untuk subsidi ongkos angkut, tenaga atau kuli, karung, dan tunjangan kemahalan.

“Biasanya hanya terpakai Rp 9 miliar, tapi kami siapkan Rp.12,5 miliar. Namun jika dirasa kurang bisa ditambah lagi,” jelasnya.

Diharapkannya, terkait penurunan harga cabai saat panen raya agar petani cabai mau mengolah cabai menjadi produk olahan berupa pasta atau bubuk.

“Cara tersebut merupakan salah satu antisipasi untuk mencegah menurunnya harga cabai,” sambungnya.

Pakde Karwo menambahkan, melalui cara ini memang agak susah, sebab kultur masyarakat di Indonesia lebih menyukai cabai fresh dibanding cabai olahan.

“Saat supply dan demandnya tidak seimbang, maka petani cabai harus mau beralih membuat produksi cabai olahan,” pungkasnya. (ags)