BONDOWOSO – Pasca dilakukan sidak oleh Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KPPP), Sekretaris Daerah Syaifullah memanggil semua distributor di Bondowoso, Rabu (15/4/2020).

Dalam pertemuan yang digelar di ruang rapat Bupati itu, kata Sekda Syaifullah, pihaknya menekankan kepada distributor untuk tidak bermain-main dalam tata niaga pupuk.

“Untuk itu saya minta pada distributor, jangan main-main. Saya mendukung betul langkah Polres Bondowoso, karena ini kepentingan orang banyak,”ungkapnya.

Ia mengaku tak segan mengambil tindakan pencabutan izin terhadap distributor yang terbukti melakukan pelanggaran.

 

Baca Juga : Polres Bondowoso Bagikan Puluhan Paket Sembako pada Warga Terdampak Covid-19

 

Dalam pencabutan izin ini, kata Sekda Syaifullah, KPPP memiliki kewenangan, yakni dengan bersurat kepada BUMN.

“Kalau ketemu besok lagi, sudah tak ada ampun, kita cabut ijinnya. Selamanya sudah tidak ada ampun,”tegas Sekda Syaifullah.

Sementara itu, sejumlah distributor yang hadir enggan memberikan komentar.

Sebelumnya, Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KPPP) Bondowoso menemukan sejumlah pelanggaran dalam penjualan pupuk bersubsidi di beberapa Kios pupuk, Selasa (14/4/2020).

Pelanggaran dimaksud diantaranya yakni menjual pupuk bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), dan di dalam penjualan ada kios yang tidak melampirkan nota-nota.

Sidak pupuk yang turut melibatkan TNI dan Polri itu, dilakukan di tiga kios. Diantaranya yakni di Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bondowoso, Desa Lojajar, Kecamatan Tenggarang, dan Desa Jeruk Sok Sok, Kecamatan Binakal.(och)