Share

BONDOWOSO – Semua pedagang yang semula berjualan di pasar sementara kini telah pindah ke gedung Pasar Induk yang baru. Aktivitas jual beli di pasar induk yang semula terpusat di pasar  sementara, dalam sepekan terakhir ini telah kembali seperti empat tahun lalu sebelum terjadi kebakaran.

Tampak jalan yang semula sesak dan macet, lantaran keberadaan pasar sementara di sepanjang badan Jalan Teuku Umar dan Jl. Kh.Wahid Hasyim , sudah mulai lengang kembali. Kondisi ini disambut bahagia oleh sejumlah pengguna jalan. Terlebih, sejumlah pekerja terlihat dalam tiga hari terakhir telah mulai meratakan bangunan yang sebelumnya dibangun untuk pasar sementara.

Menurut Heru, seorang penjahit sepatu, yang sudah hampir 25 tahun mangkal di Pasar Induk, hampir tiga hari terakhir petugas dengan menggunakan sebuah alat berat telah menghancurkan lantai semen yang semula dibangun di atas aspal. Bahkan tampak beberapa pengguna jalan telah mulai melintas di tengah-tengah puing-puing lantai yang telah rata.

“Kemarin saja air mancur yang di bunderan itu dibersihkan. Paling semingguan selesai ini dah petugas menghacurkan plester sisa-sisa pasar sementara,” urainya girang.

Baca Juga : Batas Akhir Relokasi, Tim Gabungan Operasi Pasar Induk Bondowoso

Ia pun mengaku senang  akan segera digunakannya kembali jalan raya di sepanjang Jl. teuku Umar itu. Karena, dengan begitu aktivitas padat merayap  kendaraan roda dua pun tidak terjadi lagi. Apalagi sudah hampir Ramadan dan idul fitri.

“Kalau pas beberapa hari menjelang lebaran itu kan ramai, dulu saja pas masih belum kebakaran ini full sama kendaraan. Apalagi kemarin waktu ada pasar sementara, tapi Alhamdulillah, mudah-mudahan segera di aspal,” harapnya.

Senada disampaikan oleh Ismangil, pengendara roda dua, kepada Memo Indoensia, mengaku turut senang dengan akan kembalinya jalan di Teuku Umar seperti sediakala. Sehingga tidak perlu muter lagi, khususnya tidak macet dan tidak perlu melwati jalan yang berlubang.

“Kan kalau dulu masih ada pasar di tengah jalan ini, suka lewat jalan alternatif sempit, belum lagi jalannya tidak rata. Mudah-mudahan ini bisa segera di aspal,” pungkasnya.(och)