BONDOWOSO – Pandemi Covid-19 nampaknya tidak mengurangi produktivitas usaha tani dalam upaya mendukung ketahanan pangan di Bondowoso. Bahkan memasuki musim panen, semua kegiatan usaha tani berlangsung sesuai dengan target yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian.

Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Bondowoso Dwi Wardhana, menegaskan, produksi pertanian tak terpengaruh pandemi Covid-19. Namun, kegiatan usaha tani berjalan namun harus tetap menghindari melibatkan orang banyak.

“Kegiatan-kegiatan kita yang ada di lapangan sementara ditangguhkan tetapi kegiatan usaha tani yang dibimbing oleh penyuluh tani tetap jalan,” kata Dwi Wardana, Senin (13/4/2020).

Meski begitu pihaknya optimis kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Apalagi harga gabah kering di Kabupaten Bondowoso saat ini masih stabil.

“Harga tidak ada masalah. Tidak jauh beda. Selisih Rp.100,” jelasnya singkat.

 

Baca Juga : 3 Pemuda Tendang Rambu-rambu di Posko Covid-19, Saat Ditangkap Ternyata Bawa Pil Logo Y

 

Saat ditanya mengenai kelangkaan pupuk di kalangan petani, Dwi mengatakan bahwa sepenuhnya satu suara pada Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso sebagai Ketua Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KPPP).

Sebelumnya, Pemkab Bondowoso bersama. dengan KPPP akan menindak tegas terhadap penyalur pupuk bersubsidi yang terbukti menjual harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso Syaifullah SE mengatakan bahwa sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, Dinas Koperasi Perindustrian Dan Perdagangan dan Kepala Bagian Ekonomi.

Bahkan, pihaknya melibatkan aparat kepolisian untuk menindak oknum penyalur pupuk yang terbukti melakukan mark up harga. Petani juga bisa melaporkan langsung ke Pemkab manakala menemukan adanya penyimpangan.

“Bisa langsung melaporkan, bahkan syukur ada bukti ya. Jadi bisa kita tutup itu,” pungkasnya. (abr)