Bondowoso – Memasuki peralihan musim hujan ke kemarau, masyarakat diimbau agar mewaspadai merebaknya beragam penyakit. Masyarakat dianjurkan menerapkan pola hidup sehat dan menghindari sumber penularan penyakit.

Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso Mohammad Imron, menyampaikan beberapa penyakit yang perlu diwaspadai selama musim hujan. Di antaranya penyakit akibat virus, yakni influenza dan diare.

Masyarakat juga diminta mewaspadai penyakit akibat bakteri dan parasit, terutama di daerah banjir sehingga bakteri dan parasit dari septic tank dan kotoran hewan terangkat dan hanyut, lalu mencemari air, bahan pangan, atau menginfeksi langsung manusia. Terlebih masih banyak masyarakat di Bondowoso yang malakukan aktifitas MCK di sungai.

“Iya, karena masih ada masyarakat yang belum punya akses jamban. Bahkan cakupan jamban di Bondowoso ini baru 60 persen,” Tuturnya. Adapun penyakit yang dimaksud di antaranya adalah diare, disentri, cacingan, dan leptospirosis.

Penyakit lain yang muncul saat peralihan musim hujan ke musim kemarau dan perlu diwaspadai yakni penyakit demam berdarah. Hal itu mengingat tingginya populasi nyamuk demam berdarah pada masa itu karena banyaknya tempat perindukan.

Ditemui di lokasi berbeda, Kepala Puskesmas Kecamatan Curahdami Ahmad Kudlori, mengatakan bahwa setiap musim penghujan penyakit demam berdarah yang paling rentan. Di Puskesmas Curahdami mulai Januari hingga bulan Maret 2017 ini tercatat telah terjadi 23 kasus Demam Berdarah. Walaupun jumlah ini menurun setiap bulannya, namun tetap saja Demam berdarah harus diwaspadai.

Dia mengatakan bahwa selama ini Puskesmas Curahdami telah melakukan berbagai cara untuk bisa mengajak pola hidup bersih dan sehat kepada masayrakat. Di antaranya menyosialisasikan 3M (menguras, menutup dan mengubur), melakukan fogging, mengajak masayarakat untuk memanfaatkan Klinik Sanitasi dan Klinik Gizi di Puskesmas. Namun demikian kesadaran masyarakat akan manfaat Klinik ini masih rendah.

“Kesadaran masayarakat untuk memanfaatkan klinik sanitasi rendah. Padahal Ya Konsultasi Pola hidup bersih dan sehat di klinik Sanitasi ini Gratis,” pungkasnya. (och/esb)