Share

 

KUTAI TIMUR – Peningkatan dan perluasan jangkauan pelayanan air bersih ke desa-desa yang sulit terjangkau jaringan PDAM coba diatasi oleh Pemkab Kutim dengan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasai berbasis Masyarakat (Pamsimas).

Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim), setidaknya ada 13 program Pamsimas yang dikerjakan pada 2018 ini. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perkim AM Fitra Firnanda melalui Kasi Pencegahan dan Peningkatan Kualitas, Mohammad Noor saat rapat koordinasi percepatan Pamsimas di ruang Tempudau, kantor bupati belum lama ini.

Ia mengungkapkan, Pamsimas tahun ini terbagi melalui dua pendanaan. Sebanyak 10 program dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan 3 lainnya lewat Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kutim 2018.

 

Baca Juga : Jaga Kamtibmas Jelang Pemilu Polres Kutim Gelar FGD Bareng Stakeholder

 

“(Program) Yang dari ABPN itu diantaranya di Desa Cipta Graha, Kecamatan Kaubun, Desa Kebun Agung, Kecamatan Rantau Pulung. Sementara¬† melalui APBD ada di Desa Melan, Kecamatan Long Mesangat, Desa Rantau Sentosa, Kecamatan Busang,” ungkap Noor panggilan akrabnya.

Noor juga menambahkan, pelaksanaan Pamsimas dilakukan oleh masyarakat desa sendiri dengan metode Swadesa. Yakni kegiatan yang mampu menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya bagi warga desa.

Kegiatan yang dimaksud dengan model swakelola, dari kegiatan Pengadaan Barang/Jasa dimana pekerjaannya direncanakan, dikerjakan dan diawasi sendiri oleh desa sebagai penanggung jawab anggaran.

Mulai dari perencanaan pekerjaan, pengadaan material, hingga penyelesaiannya memanfaatkan masyarakat desa tersebut. Konsep ini bertujuan memberdayakan masyarakat.

“Dengan Pamsimas ini diharapkan masyarakat desa dapat mengakses pelayanan air bersih dan sanitasi serta penerapan gaya hidup sehat dan bersih. Serta mendukung pencapaian target MDGs (Millenium Development Goals ) ,” tuturnya. (hms)