Share

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo menyampaikan belasungkawa atas wafatnya H. Basofi Sudirman. Ucapan tersebut disampaikan Pakde Karwo langsung dari Rusia saat mendengar kabar wafatnya mantan Gubernur Jatim. Demikian disampaikan oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim Drs. Benny Sampirwanto, MSi  saat mendampingi kunjungan kerja Pakde Karwo di Rusia.

Menurutnya, Gubernur Soekarwo mewakili Pemerintah Provinsi dan masyarakat Jatim menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Basofi, dan berdoa agar arwah beliau diterima di sisi Allah SWT. Pakde Karwo juga menyampaikan apresiasi yang tinggi atas jasa-jasa beliau selama memimpin Jatim.

“Beliau telah memberikan kemajuan bagi jatim dengan program one village one product-nya,” ujarnya.

Benny melanjutkan, Pakde Karwo juga memerintahkan Gus Ipul, Wagub Jatim beserta sejumlah pejabat Pemprov untuk hadir langsung mengikuti upacara pemakaman Pak Basofi yang rencananya akan berlangsung Selasa (8/8) di Pemakaman San Diego Hills Memorial Park Karawang, Jawa Barat.

“Sejumlah kepala dinas yang diutus mendampingi Wagub, diantaranya para asisten sekda, kadinsos, karo kesos, dan karo umum,” katanya.

 

Baca Juga : Kota Madiun Sukses Raih Adipura, Dikirab Keliling Kota

 

Sementara itu, sebagai tanda berkabung Gubernur Jatim memerintahkan kepada seluruh jajaran pemerintah provinsi, pemkab/kota, dan masyarakat Jatim untuk mengibarkan bendera setengah tiang  mulai kemarin (7/8) hingga Rabu  (9/8).

Sekedar diketahui, Basofi Soedirman meninggal dunia di usia 77 tahun karena sakit di Rumah Sakit Medistra Jakarta pukul 10.58 WIB. Jenazah rencannya akan dimakamkan di Pemakaman San Diego Hills di Karawang dengan terlebih dahulu disemayamkan di rumah duka di kawasan Kemang Timur.

Basofi Soedirman merupakan purnawirawan TNI AD berpangkat mayor jenderal kelahiran Bojonegoro, 20 Desember 1940.Beliau putra Letjen TNI (Purn.) H. Soedirman yang merupakan pahlawan nasional dari Kabupaten Bojonenegoro
Selama menjabat Gubernur Jawa Timur,Pria yang mempunyai ciri khas memakai baju bermotif sarung dikenal dengan program kembali ke desa serta lagu tidak semua laki-laki. (sga)