SURABAYA – Untuk menarik investasi asing dan meningkatkan neraca perdagangan, Gubernur Jawa Timur Dr.H.Soekarwo melakukan promosi langsung ke tiga negara eropa, yakni Jerman, Itali, dan Rusia. Demikian disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim, Benny Sampirwanto di Kantor Gubernur Jatim, Surabaya kepada sejumlah media.

Promosi tersebut, dikatakan Benny, perlu dilakukan mengingat masih defisitnya neraca perdagangan Jatim dengan ketiga negara tersebut.

“Kecuali dengan Moscow (Rusia), baru pada Bulan Januari – Juni 2017 ini surplus, Untuk bidang yang dipromosi kan ada tiga hal,yaitu bidang trade, tourism, dan investment (TTI),” katanya.

Untuk investasi Jerman di Jawa Timur sampai dengan triwulan I tahun 2017, dijelaskannya ada 35 proyek dengan nilai investasi US$ 156,78 juta dan menyerap 2.273 tenaga kerja.Investasi yang diminati, diantaranya berupa alat kesehatan, kimia dasar, trasportasi, otomotif (spare part), tekstil, farmasi, dan elektronik (alat-alat rumah tangga). Sedangkan neraca perdagangan antara Jatim dengan Jerman, dalam kurun waktu 2013 hingga Juni 2017, selalu mengalami defisit dengan total sebesar US$ 1,40 miliar untuk Jatim.

“Rincian ekspor ke Jerman sebesar US$ 1,31 miliar dan impor dari Jerman sebesar US$ 2,71 miliar,” jelas mantan Kepala Biro Kerjasama ini.

 

Baca Juga : Pakde Karwo Minta Walikota se-Indonesia Satukan Langkah Kawal Pancasila

 

Sementara itu, dikatakannya investasi Italia sampai dengan triwulan I tahun 2017, sebanyak 19 proyek dengan nilai investasi US$ 31,98 juta dan menyerap 869 tenaga kerja.

“Minat investasi dari Italia antara lain bidang industri logam, mesin dan elektronik, tekstil, produk tekstil, penyamakan kulit, teknologi pertanian, furniture, peternakan dan pertanian,” ujarnya.

Di bidang perdagangan, dipaparkannya total kinerja perdagangan Jatim – Italia dalam kurun waktu 2013 hingga Juni 2017 selalu mengalami defisit sebesar total US$ 599,29 juta. Rinciannya, total ekspor ke Italia sebesar US$ 828,07 juta dan impor dari Italia sebesar US$ 1,43 miliar.

Berbeda dengan dua negara tersebut, ditambahkannya kinerja perdagangan Jatim dengan Rusia sudah menunjukkan tren positif, terutama pada periode semester awal 2017 ini (Januari-Juni) yang sudah mulai surplus, yakni sebesar US$ 15,03 juta dengan rincian ekspor ke Rusia sebesar US$ 65,36 juta dan impor dari Rusia sebesar US$ 50,33 juta. Sedangkan di bidang investasi, sejauh ini belum ada satupun perusahaan dari Rusia yang menanamkan investasinya di Jatim.

“Promosi perdagangan, pariwisata, dan investasi ini akan dilakukan oleh Pak Gubenur sekitar 10 hari ke depan, mulai Sabtu (29/7) dan Insyaallah Rabu (9/8) malam,pak Gubernur dan rombongan sudah tiba kembali di Surabaya,” pungkasnya.(sga)